wanita
Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, kalau hasil diagnosa Ratna Rahayu terbukti mengalami gangguan jiwa, polisi akan menghentikan penyelidikan.

JAKARTA, harianpijar.com –  Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan sudah membawa Retno Rahayu ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diperiksa kejiwaannya.

Lain itu, perempuan berumur 46 tahun ini kemarin, diamankan karena kedapatan membawa belati (Sangkur) di dalam tas, saat melihat persidangan perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Kementan, Jakarta.

“Masih diobservasi di RS Polri Kramatjati,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, Kamis 30 Maret 2017.

Lebih lanjut, Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, dari hasil pemeriksaan kejiwaan nanti polisi akan tahu apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Karena kami kan bukan ahlinya untuk menyatakan benar tidak yang bersangkutan (Retno Rahayu) itu tidak waras. Untuk itu kami serahkan ke RS Polri,” tegas Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto.

Selanjutnya, menurut Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, kalau hasil diagnosa Ratna Rahayu terbukti mengalami gangguan jiwa, polisi akan menghentikan penyelidikan. Hari ini, hasil pemeriksaan belum keluar.

“Setelah RS Polri menyatakan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan, ya baru kami lepaskan,” kata Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto.

Selain itu, Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, keluarga Retno Rahayu sudah menjenguk di RS Polri Kramatjati. Rencananya, sore ini keluarga Retno Rahayu baru akan dimintai keterangan oleh polisi.

“Belum. Rencananya kalau nggak nanti sore ya besok,” kata Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto.

Seperti diberitakan, kasus tersebut kemarin, menghebohkan. Retno Rahayu diamankan ketika Ahok sedang menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi untuk meringankan kasus.

loading...