Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto, sidang ditunda hari ini dan dibuka kembali Selasa pekan depan dengan acara pemeriksaan barang bukti dan pemeriksaan terdakwa.

JAKARTA, harianpijar.com – Agenda pemeriksaan saksi dan ahli yang meringankan, pada sidang dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selesai dilakukan.

Lain itu, agenda sidang pada pekan depan, Selasa 4 April 2017, akan memasuki babak baru dengan pemeriksaan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa.

“Sidang ditunda hari ini dan dibuka kembali Selasa depan dengan acara pemeriksaan barang bukti dan pemeriksaan terdakwa,” kata ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto di Auditorium Kementan, Jakarta, Rabu 29 Maret 2017 malam.

Sementara, pada agenda sidang kemarin, ada enam ahli yang didengarkan keterangannya. Dua ahli ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yakni Bambang Kaswanti Purwo, ahli bahasa dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta; serta Risa Permana Deli, ahli psikologi sosial dari Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial Eropa.

Selanjutnya, ada empat ahli yang tidak ada dalam BAP, yakni Hamka Haq, ahli dari Mustasyar Persatuan Tarbiyah Islamiyah; KH Masdar Farid Mas’udi, ahli dari Rais Syuriah PBNU; I Gusti Ketut Ariawan, ahli dari Universitas Udayana; dan Sahiron Syamsuddin, ahli dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sedangkan, dalam sidang tersebut, kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membacakan BAP saksi ahli Noor Aziz Said yang berhalangan hadir di persidangan.

Seperti diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Sedangkan, Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

loading...