Teguh Samudra, sedianya tim kuasa hukum akan menghadirkan saksi Ahli Hukum Muhammad Hatta. Tapi kami rasa sudah cukup dan tidak perlu dihadirkan.

JAKARTA, harianpijar.com – Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tiba-tiba mengurangi saksi yang bisa menguntungkan saat akhir sidang pembuktian. Pengacara mencukupkan kesaksian dan persidangan berhenti di saksi ke-7.

“Kami rasa sudah cukup saksinya” kata Teguh Samudra salah seorang kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Kementan, Jakarta, Rabu, 29 Maret 2017.

Sementara, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menyetujui permintaan pengurangan saksi tersebut. Lain itu, sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.

Menurut Teguh Samudra, sedianya tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggebu-gebu untuk menghadirkan saksi Ahli Hukum Muhammad Hatta. Karena Muhammad Hatta dianggap sebagai saksi kunci karena pernah terlibat menjadi hakim dalam kasus penodaan agama.

“Tapi kami rasa sudah cukup dan tidak perlu dihadirkan. Ya sudah,” kata Teguh Samudra.

Lebih lanjut, ditegaskan Teguh Samudra, dirinya tidak dapat menjelaskan pasti alasan tidak dihadirkan Muhammad Hatta dalam persidangan. Namun, Teguh Samudra dan tim kuasa hukum yakin kesaksian saksi hari ini bisa membuktikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bersalah.

“Pengacara saja sudah sampai mengurangi saksi, gimana kita tidak yakin,” tegas Tim kuasa hukum lainnya, I Wayan Sudarta.

Sedangkan, enam saksi lainnya yang dihadirkan kemarin, adalah Ahli Linguistik dari Atmajaya Bambang Kaswanti Purwo, Ahli Psikolog Risa Permana Deli, Ahli Agama Islam Prof. Dr. Hamka Haq dan Ahli Agama Islam dari PBNU Masdar Farid Mas’udi

Selanjutnya, Ahli Hukum Pidana dari Udayana, I Gusti Ketut Ariawan dan Ahli Agama Islam dari UIN Sunan Kali Jaga, Sahiron Syamsuddin. Sedangkan, Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto juga mengizinkan tim kuasa hukum untuk menghadirkan tujuh saksi tersebut.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR