Febri Diansyah, ada mekanisme pemberian peringatan yang telah dibuat di dalam KPK dan setiap peringatan juga akan dirapatkan terlebih dahulu oleh seluruh elemen pimpinan.

JAKARTA, harianpijar.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disebut mendapat teguran dari pimpinan. Berdasarkan informasi, salah satu kepala Satuan Tugas e-KTP ini mendapat surat peringatan 2 (SP2) dari pemimpin KPK.

Menurut Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah, SP2 tersebut masih belum resmi diteken. “Prosesnya masih berjalan dan dalam pertimbangan. Masih Dipikirkan juga di KPK,” kata Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 29 Maret 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Febri Diansyah, ada mekanisme pemberian peringatan yang telah dibuat di dalam KPK. Lain itu, setiap peringatan juga akan dirapatkan terlebih dahulu oleh seluruh elemen pimpinan.

Selanjutnya, dikatakan Febri Diansyah, karena itu tidak ada pergesekan kepentingan terjadi di dalam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena, salah satu isu yang beredar terkait SP2 menurut informasi, SP2 diterbitkan untuk Novel Baswedan dalam kapasitas sebagai Ketua Wadah Pegawai (WP) lantaran dia keberatan terkait rekrutmen penyidikan yang bakal menarik Perwira Tinggi Polri menjadi Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) penyidikan. Keinginan itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur seharusnya.

Selain itu, Wadah Pegawai khawatir akan integritas perwira yang direkrut tanpa prosedur reguler. Sementara, masih banyak penyidik internal KPK yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi Kasatgas Penyidikan.

loading...