Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan, karena ada pergeseran massa cukup besar akan mengganggu masa kampanye dn mengganggu ketertiban umum.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengimbau masyarakat jangan ikut-ikutan aksi Bela Al Quran yang akan dilaksanakan pada Jumat 31 Maret 2017.

Lain itu, isu utama yang mereka angkat adalah menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya sebagai gubernur karena sudah berstatus terdakwa perkara dugaan penodaan agama.

“Kami menyampaikan lebih baik tidak usah dilakukan. Masyarakat yang akan melaksanakan, diimbau untuk mengurungkan,” kata Irjen Pol Mochamad Iriawan di Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu 29 Maret 2017.

Menurut Irjen Pol Mochamad Iriawan, dirinnya khawatir kalau aksi massa tersebut justru mengganggu kampanye para kandidat gubernur dan membuat masyarakat resah.

“Karena ada pergeseran massa cukup besar akan mengganggu masa kampanye. Mengganggu ketertiban umum,” tegas Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Selain itu, juga dijelaskan Irjen Pol Mochamad Iriawan, dirinya meminta masyarakat membantu kepolisian menciptakan pilkada Jakarta yang berkualitas. “Kami berharap pelaksanaan pemilukada putaran kedua aman kondusif terkendali,” jelas Irjen Pol Mochamad Iriawan.

Selanjutnya, aksi tersebut rencananya dimulai dengan salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal pada pukul 11.30 WIB. Setelah itu, mereka bergerak ke depan Istana Merdeka pada pukul 13.00 WIB.

Sementara, menurut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Pembangunan Wiranto menilai rencana aksi tersebut mulai memunculkan keresahan di tengah masyarakat.

“Ini kan sudah marak di masyarakat lewat medsos (media sosial), akan ada aksi 313. Desas desus akan ada aksi besar-besaran sehingga rakyat yang membaca medsos khawatir,” kata Wiranto di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Lain itu, Wiranto juga mengimbau masyarakat jangan khawatir dan sebaiknya tidak perlu ikut-ikutan aksi tersebut. Wiranto yakin masyarakat sudah paham kepentingan aksi tersebut.

“Demonstrasi yang menakuti rakyat, membuat khawatir, tentu merugikan kita, merugikan masyarakat juga. Masyarakat tenang, jangan ikut-ikutan, sebab ini sudah jelas sasarannya bagaimana,” tandas Wiranto.

SUMBERSuara.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR