Jehansyah Siregar, program kepemilikan rumah dengan DP nol persen masih sangat mentah dan lemah, dari segi pembiayaan perumahan juga masih belum jelas.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengamat perumahan sekaligus arsitek dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar menilai gagasan pasangan calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno tentang program kepemilikan rumah dengan uang muka (DP) nol persen masih belum jelas.

Menurut Jehansyah Siregar, bahkan dirniya menganggap program DP nol persen hanya wacana yang tidak konkret.

“Ini hanya seperti gimmick mencitrakan ingin meringankan cicilan rumah. Programnya belum jelas seperti apa dan berbahaya kalau diterapkan. Hanya seperti cek kosong,” kata Jehansyah Siregar yang juga peneliti di Laboratorium Perumahan dan Permukiman, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB, di Jakarta, Rabu 29 Maret 2017.

Lebih lanjut, dikatakan Jehansyah Siregar, program kepemilikan rumah dengan DP nol persen masih sangat mentah dan lemah. Dari segi pembiayaan perumahan juga masih belum jelas.

“Jika subsidi penuh, Jakarta bisa bangkrut. Kalau pakai sumber dana komersial maka pasti merugikan bank,” kata Jehansyah Siregar.

Selain itu, juga menurut Jehanstah Siregar, tidak hanya itu, program kepemilikan rumah dari pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu juga tidak jelas penjabarannya. Misalnya tentang struktur pembiayaan, suku bunga, ketersediaan tanah, pasar sasaran, hingga serta mekanisme yang konkrit.

Bahkan, ditegaskan Jehansyah Siregar, keterlibatan Pemprov DKI dalam proram kepemilikan rumah dengan DP nol persen juga tidak jelas. “Kalau konsepnya rumah milik, program subsidi pasar rumah komersial, lokasi, sasaran, mekanisme penyediaan, dan kelembagaannya juga masih belum jelas,” tegas Jehansyah Siregar.

Sementara, Jehansyah Siregar juga mengakui, permasalahan hunian di Jakarta memang jadi salah satu hal yang paling krusial untuk diselesaikan. Untuk itu, dirinya mengapresiasi concern terhadap isu ini dalam Pilkada Jakarta 2017.

“Namun jangan sampai tidak dibarengi dengan konsep dan program yang baik. Kampanye perlu dibuat lebih bermakna demi merumahkan warga Jakarta secara layak,” tandas Jehansyah Siregar.

SUMBERjpnn.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR