Hamka Haq, kesengajaan penodaan tidak bisa hanya diukur dari sebuah video. Video hanya bisa menunjukkan apa yang dilakukan secara sengaja, bukan kenapa hal tersebut dilakukan secara sengaja.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang lanjutan ke-16 kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, Rabu 29 Maret 2017, kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta. Lain itu, sidang kali ini tim penasihat hukum menghadirkan saksi Ahli Agama Islam, Hamka Haq.

Menurut Hamka Haq, dirinya menganggap rekam jejak bisa menentukan arti sikap seseorang. Hal tersebut, bisa diterapkan dalam menyelesaikan kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Track record bisa mengantarkan kita untuk mengambil kesimpulan (niat). Karena kita harus melihat apa niat seseorang melakukan suatu penodaan,” kata Hamka Haq saat memberikan kesaksiannya pada sidang Ahok, Rabu, 29 Maret 2017.

Lebih lanjut, dijelaskan Hamka Haq, kesengajaan penodaan tidak bisa hanya diukur dari sebuah video. Video hanya bisa menunjukkan apa yang dilakukan secara sengaja, bukan kenapa hal tersebut dilakukan secara sengaja.

Karena itu, menurutnya perlu ada penelusuran dari keseharian (track record) agar menemukan fakta. Hamka Haq menyarankan warga mengonfirmasi untuk menjustifikasi seseorang.

“Tapi kalau track record berbeda dengan apa yang kita simpulkan, ya kita harus tabayun. Apa sih salahnya (tabayun).” kata Hamka Haq yang juga mantan Sekretaris MUI Sumsel tersebut.

Sementara, ditegaskan Hamka Haq, penjelasan itu menurutnya tidak berlaku jika memang ada niat buruk dari rival terdakwa. “Kecuali kalau ada yang memandang terdakwa sebagai rival, ya memang berbeda (niatnya),” tegas Hamka Haq.

Seperti diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersandung masalah ketika menyinggung surat Al Maidah saat bepidato di Kepulauan Seribu, 26 September 2016 lalu. Atas kasus tersebut, Jaksa Penuntut Umun (JPU) mendakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pasal penodaan agama: Pasal 156 atau 156a KUHP.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR