Risa Permana, dirinya tidak mengenal Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara langsung.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang lanjutan ke-16 kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini, Rabu 29 Maret 2017, kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Lain itu, tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang kali menghadirkan Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial, Risa Permana.

Menurut Risa Permana, dirinya menceritakan alasannya bersedia menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain itui, dirinya mengaku tidak mengenal Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara langsung.

“Ketika saya dihubungi pengacara dari terdakwa, sebetulnya saya merasa masalah ini terkait pilkada,” kata Risa Permana, saat dikonfirmasi di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Rabu 29 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Risa Permana, dirinya kemudian membahas masalah keberagaman di Indonesia. Menurutnya, selama ini keberagaman di Indonesia membuat masyarakat bersatu. Namun, Risa Permana merasa kecewa ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan sebagai tersangka.

“Ketika dinyatakan bersalah, itu adalah hari pertama saya mengisi sesi mengajar saya di UI (Universitas Indonesia). Saya berangkat dengan perasaan berat,” tegas Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial itu.

“Apapun yang saya ajarkan tidak ada artinya karena seluruh buku yang saya pakai sebagai rujukan tidak bisa menjelaskan kenapa hal ini terjadi,” kata Risa Permana.

Selanjutnya, Risa Permana menjelaskan, saat itu dirinya memilih untuk tidak membahas apapun terkait status tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada mahasiswanya.

Namun, setelah Risa Permana selesai diperiksa sebagai saksi ahli, majelis hakim sempat membahas cerita Risa Permana itu. Majelis hakim meminta Risa Permana untuk tidak khawatir karena Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) belum dinyatakan bersalah.

“Pak Basuki dinyatakan bersalah itu belum, baru terdakwa. Kami di sini menyangkut asas praduga tak bersalah,” kata hakim.

“Ini supaya saat pulang, Ibu tidak terbawa mimpi lagi,” jelas hakim.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR