Pantas Naiggolan, Kami tegaskan tidak ada relokasi selama tempat penampungan belum berdiri. Tidak perlu khawatir, selama rusun belum berdiri, tidak akan ada penggusuran

JAKARTA, harianpijar.com – Tim Hukum dan Advokasi Pemenangan Ahok-Djarot menyebut data penggusuran yang dipaparkan calon gubernur dengan nomor urut tiga Anies Baswedan, berbuah dugaan fitnah karena tidak sesuai.

Lain itu, temuan ini pun akan segera dilayangkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Kami akan melaporkan saudara Anies yang kami duga melakukan fitnah tentang manipulasi data penggusuran,” kata Pantas Nainggolan di Media Center Ahok-Djarot, Jakarta, Selasa 28 Maret 2017.

Menurut Pantas Nainggolan, data yang kerap disampaikan Anies Baswedan saat kampanye maupun viral di media sosial telah diplesetkan dari program relokasi bantaran sungai yang disampaikan Ahok. Anies, telah mengubah tajuk 325 titik relokasi pemukiman di bantaran sungai tersebut dengan jumlah keseluruhan kampung yang akan digusur Ahok.

“325 titik itu diplesetkan saudara Anies menjadi kampung-kampung yang akan digusur. Saya yakin, Anies sebagai tokoh pendidik menyadari, itu bukan pendidikan politik mendidik tapi menyesatkan dan menimbulkan kekhawatiran,” jelas Pantas Nainggolan.

Selanjutnya, juga dijtegaskan Pantas Nainggolan, Ahok-Djarot tidak ada niatan untuk melakukan relokasi perkampungan dalam jumlah besar. Meski demikian, relokasi tetap akan dilakukan untuk menata bantaran sungai agar dapat menampung aliran air secara maksimal.

“Kami tegaskan tidak ada relokasi selama tempat penampungan belum berdiri. Tidak perlu khawatir, selama rusun belum berdiri, tidak akan ada penggusuran,” tandas Ketua Tim Hukum dan Advokasi Pemenangan Ahok-Djarot itu.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR