Djan Faridz, dengan samanya status pondok pesantren, nantinya juga akan berimbas dengan peningkatan kesejahteraan pengajar. Dimana nantinya guru juga akan mendapatkan hak yang sama dengan guru-guru lain.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz mengatakan akan memaksa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), agar hak-hak siswa bisa diberikan. Pasalnya, hampir sebagian besar siswa Pondok Pesantren di seluruh wilayah Jakarta, belum mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Hal tersebut disampaikan Djan Faridz saat menghadiri tabligh akbar di salah satu Pondok Pesantren di kawasan Jalan Lampiri, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa 28 Maret 2017 tadi malam.

“Dengan mendatangi pondok pesantren, saya ingin menyampaikan bahwa hak siswa bisa didapatkan,” kata Djan Faridz usai acara tersebut.

Menurut Djan Faridz, berdasarkan data yang dimilikinya, di DKI Jakarta terdapat 120 pondok pesantren. Dan hampir 75 persen siswanya sama sekali belum mendapatkan KJP yang merupakan hak mereka.

“Makanya selama ini saya keliling ke pondok pesantren untuk menyampaikan hal tersebut. Bahwa calon gubernur yang diusung PPP bisa mewujudkan hal tersebut,” tegas Djan Faridz.

Lain itu, dijelaskan Djan Faridz, dirinya yakin bahwa para santri nantinya akan mendapatkan KJP seperti siswa lain. Karena hal ini, termasuk dalam kontrak politik yang dilakukan PPP dengan pasangan Ahok-Djarot dan sudah menyepakati hal tersebut.

“Terlebih dia (Ahok-Djarot) sudah komit yang nantinya Insya Allah akan dilaksanakan dan pondok akan makmur karena kita punya pemimpin yang pro umat Islam dan menandatangani kontrak politik,” jelas mantan Menteri Perumahan Rakyat ini.

Selanjutnya, dikatakan Djan Faridz, selain dirinya meminta hak santri nantinya juga akan meminta kesetaraan pondok pesantren dengan sekolah negeri lainnya. Dengan disamakannya status, pondok pesantren akan mendapatkan fasilitasnya sama, perbaikan gedung.

“Pondok pesantren juga kan mendidik anak bangsa, itu yang saya tuntut dan calon gubernur saya bersedia menyamakan posisi pondok pesantren dengan sekolah negeri,” kata Djan Faridz.

Selain itu, tegas Djan Faridz, dengan samanya status pondok pesantren, nantinya juga akan berimbas dengan peningkatan kesejahteraan pengajar. Dimana nantinya guru juga akan mendapatkan hak yang sama dengan guru-guru lain.

“Kalau mereka disamakan, artinya gaji guru naik juga. Alhamdulillah, semua akan menjadi berkah,” tegas Djan Faridz.

Sementara, menurut Djan Faridz, untuk merealisasikan hal tersebut, dirinya sudah meminta para pengurus pondok pesantren untuk segera memberikan laporan. Karena nantinya, bila Ahok-Djarot terpilih lagi, petugas yang akan langsung melakukan penjemputan untuk pembenahan pondok pesantren.

“Makanya sekarang saya sudah meminta ke pondok untuk segera mendaftar untuk diajukan ke Pemda dan dilakukan verifikasi,” tandas Djan Faridz.

loading...