Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, penasihat hukum akan menghadirkan tujuh saksi ahli dalam persidangan yang didelar hari ini Rabu 29 Maret 2017.

JAKARTA, harianpijar.com – Tim kuasa hukum terdakwa kasus dugaan penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sedang berupaya untuk meringankan perkara yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Lain itu, besok, Rabu 29 Maret 2017 dalam sidang lanjutan ke-16, tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menghadirkan tujuh saksi ahli untuk meringankan. Selain itu, tim kuasa hukum menghadirkan mereka untuk membangun konteks bahwa ucapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika mengutip surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu sama sekali bukan untuk menista agama.

Menurut Petugas Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan tujuh ahli yang akan dihadirkan tim kuasa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dua di antaranya sudah masuk dalam berita acara pemeriksaan.

“Informasi JPU ada tujuh orang saksi Ahli. Ya ada nambah satu ahli (dari sebelumnya enam),” kata Hasoloan Sianturi saat dikonfirmasi, Selasa 28 Maret 2017 malam ini.

Lebih lanjut, ahli yang namanya sudah masuk BAP yaitu ahli bahasa yang juga guru besar linguistik Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Bambang Kaswanti Purwo dan ahli psikologi sosial yang juga Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial Eropa, Risa Permana Deli.

Sedangkan, kelima saksi ahli yang lain belum masuk BAP. Mereka terdiri dari ahli agama Islam yang juga Wakil Ketua Mustasyar Persatuan Tarbiyah Islamiyah – Perti, Hamka Haq, ahli agama Islam yang juga Rais Syuriah PBNU periode 2015-2020 dan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Masdar Farid Mas’udi, dan ahli agama Islam yang juga dosen Tafsir Al Quran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Sahiron Syamsuddin.

Selanjutnya, dua ahli hukum pidana Muhammad Hatta dan I Gusti Ketut Ariawan. Diketahui, Muhammad Hatta merupakan pensiunan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sedangkan, I Gusti Ketut Ariawan dosen hukum pidana Universitas Udayana, Denpasar.

Namun, dalam persidangan besok tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) rencananya juga akan membacakan BAP ahli hukum pidana Noor Aziz Said yang berhalangan hadir di persidangan.

Sedangkan, kesaksian-kesaksian para ahli dalam sidang ke 15 pekan lalu telah mematahkan tuduhan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membenci Islam. Guru besar linguistik dari Universitas Indonesia Rahayu Surtiati yang dihadirkan sebagai saksi ahli bahasa mengatakan, Saya kira bukan anggapan, karena saya baca buku yang pernah ditulis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan di situ kan diawali dengan kata ‘saya ingin cerita’. Jadi, karena saya menghubungkan dengan pengalaman pembicara, maka ini berdasarkan pengalaman.

loading...