Djarot Saiful Hidayat, mengklaim pihaknya selalu bekerja dengan bersih, transparan, dan profesional.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga Anies Baswedan berniat menciptakan open governance. Lain itu, dirinya ingin seluruh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta diketahui warga.

Sementara, menurut calon Wakil Gubernur DKI, dengan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat, dirinya mempertanyakan maksud dari ucapan calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lantaran, sejak memimpin, Djarot Saiful Hidayat mengklaim pihaknya selalu bekerja dengan bersih, transparan, dan profesional.

“Makanya saya bilang, kalau misalnya kita rapat, di-upload tidak ke YouTube. Kita upload kan. Kalau kita Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) disampaikan tidak ke masyarakat. Kita sampaikan. Maka itu, ini sudah kita kerjakan sejak menjabat. Makanya saya tidak tahu ini yang dimaksud Anies yang mana,” kata Djarot Saiful Hidayat saat dikonfirmasi di Kawasan Susukan, Ciracas, Jakarta, Senin 27 maret 2017.

Sedangkan, calon gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga Anies Baswedan menilai jika anggaran di tingkat kelurahan hanya diketahui pihak tertentu. Ia pun menginginkan anggaran di tingkat kelurahan dibuka lebar, termasuk berapa banyak anggaran yang diterima dan digunakan untuk apa.

“Sekarang informasi itu hanya diketahui sama mereka yang punya akses saja. Tidak accessible,” kata Anies Baswedan di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Maret 2017 lalu.

Selain itu, Anies Baswedan juga berniat menaruh satu penanggung jawab di setiap instansi pemerintahan. Itu dilakukan agar masalah yang muncul cepat terselesaikan.

loading...