Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, Polri tidak bisa masuk begitu saja ke area lembaga pemasyarakatan untuk lakukan penyelidikan, kecuali ditemukan bukti kuat bahwa Muhammad Rois mengendalikan sel terorisnya dari dalam lapas.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengatakan terduga teroris Banten Suryadi Mahfud alias Abu Ridho mengaku berkomunikasi dengan Muhammad Rois yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Lain itu, Polri akan melakukan penyelidikan terkait pengakuan tersebut.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, terkait dengan kegiatan aksi teroris, mereka melakukan upaya menggerakan beberapa orang tertentu. Hal ini, yang harus dilakukan penyelidikan.

“Terkait kegiatan aksi teroris atau mereka yang kemudian melakukan upaya menyetir atau melakukan upaya untuk menggerakkan beberapa orang tentu menjadi bagian yang harus dilakukan penyelidikan,” kata Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 27 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Pol Martinus Sitompul, Polri tidak bisa masuk begitu saja ke area lembaga pemasyarakatan untuk lakukan penyelidikan, kecuali ditemukan bukti kuat bahwa Muhammad Rois mengendalikan sel terorisnya dari dalam lapas.

Selain itu, menurutnya seluruh kegiatan narapidana diawasi oleh petugas dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Lapas) Kementerian Hukum dan HAM.

“Mereka yang sudah dilakukan penahanan atau bahkan menjadi narapidana atau narapidana yang menunggu eksekusi hukuman mati, itu aktivitasnya diawasi dan dikelola oleh Kemenkuham dalam hal ini Ditjen Lapas,” tegas Kombes Pol Martinus Sitompul.

Sementara diketahui, Suryadi diketahui berkomunikasi saat dirinya mengunjungi Muhammad Rois di Nusakambangan. Karena itu, Polri juga mencari tahu apakah Muhammad Rois melakukan komunikasi dengan teroris lainnya. Muhammad Rois alias Iwan Darmawan Mutho adalah terpidana mati kasus teror bom di Kedutaan besar Australia pada 9 September 2004 silam.

“Tapi ini perlu dilakukan upaya pendalaman. Apakah narapidana atas nama Muhammad Rois ini juga melakukan hal yang sama terhadap kelompok yang lain,” kata Kombes Pol Martinus Sitompul.

Sedangkan, Suryadi merupakan salah satu dari delapan terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di jawa Barat dan Banten pada Kamis, 23 Maret 2017. Dirinya ditangkap di di Hotel Lafa Park Family Adventure yang beralamat di Kampung Pesanggrahan, Desa Tanjung Baru, Cikarang Timur, Bekasi.

Selain itu, Suryadi diduga sebagai pemimpin sel jaringan teroris di wilayah Tangerang Selatan dan Banten. Setelah penangkapan Suryadi, ditangkap juga di Pandeglang, Banten, dua terduga teroris bernama Mulyadi dan Adi Jihadi. Di Ciputat, Tangerang Selatan, tim Densus 88 menangkap Bambang Eko Prasetyo. Serta empat orang lainnya yakni Achmad Supriyanto, Icuk Pamulang alias Icuk Warianto, Ojid Abdul Majid, dan Nanang Kosim di Ciwandan, Cilegon, Banten.

loading...