ilustrasi-ruang-sidang-atau-ruang-pengadilan
ilustrasi. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Pertemuan antara para pengurus Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, menghasilkan solusi, Presiden Jokowi menyetujui penambahan personel hakim hingga 1.800 orang guna menutupi kekurangan yang terjadi di Indonesia dalam tujuh tahun terakhir.

“Penegasan Presiden sudah ditegaskan kepada Menpan/RB sudah tidak ada masalah lagi untuk rekrutmen hakim silakan dilakukan,” kata Suhadi, Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI di Kantor Presiden Jakarta, Senin.

Suhadi mengatakan dalam lampiran Mahkamah Agung disebutkan Indonesia kekurangan sekitar 4.000 hakim dalam tujuh tahun terakhir setelah tidak melakukan rekrutmen. Di satu sisi hakim yang pensiun terus bertambah setiap tahun sesuai ketentuan umur yang berlaku.

“Sebetulnya kita kekurangan sekitar 4.000 hakim, tapi yang mendesak itu sekitar 1.800,” kata Suhadi, seperti dilansir ANTARANews.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI itu mengatakan dari sebanyak 1.800 calon hakim yang akan direkrut itu bisa dilakukan dalam satu atau beberapa kali perekrutan. “Ini untuk hakim di Peradilan Agama, Peradilan Umum, dan Peradilan Tata Usaha Negara,” katanya.

Presiden sendiri kata Suhadi, sudah menyatakan tidak ada masalah mengenai rencana perekrutan hakim tersebut. “Sudah ditugaskan ke Menpan RB sudah tidak ada masalah,” ujar Suhadi.

loading...