Presiden Joko Widodo, dirinya berjanji setelah pembangunan asrama selesai akan datang lagi untuk meresmikan.

MEDAN, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan atas kekagumannya pada Pesantren Mustofhawiyah Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara yang berumur lebih dari satu abad. Lain itu, Presiden datang ke pondok pesantren yang memiliki 11.500 santri itu, untuk meresmikan pembangunan asrama santri di Lembah Sorik Merapi senilai Rp 8,8 miliar lebih.

Menurut Presiden Joko Widodo, pasantren Mustofhawiyah Purba Baru ini, butuh asrama yang lebih baik dan layak. Karena itu, dirinya minta Menteri PU membangun satu asrama putra dan putri.

“Pesantren ini butuh pemondokan yang baik dan layak. Saya perintahkan Menteri PU membangunkan satu asrama putri dan putra. Bentuknya rumah susun tiga lantai, dijadwalkan selesai dalam 180 hari,” kata Presiden Joko Widodo, di Pesantren Mustofhawiyah, Sabtu 25 Maret 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Presiden Joko Widodo, dirinya berjanji setelah pembangunan asrama selesai akan datang lagi untuk meresmikan.

“Saya dengar dari pimpinan proyek, pekerjaan selesai dalam enam bulan. Jadi, setelah 180 hari, saya akan datang kembali ke sini,” tegas Presiden Joko Widodo.

Lain itu, Presiden Joko Widodo melakukan peresmian dimulainya pembangunan dengan ditandai pemancangan tiang fondasi. Asrama yang akan dmulai pembangunannya ini rencananya dapat menampung 216 santri, dengan luas bangunan 1.485 meterpersegi.

Sebelumnya diketahui, para santri tinggal di rumah-rumah terbuat dari kayu berukuran kecil di atas Aek (sungai-red) Singolot. Pesantren Mustofhawiyah merupakan salah satu pesantren tertua di pulau Sumatera dan telah banyak mencetak banyak ulama di Indonesia.

Selain itu, pesantren ini lebih dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru didirikan pada 12 November 1912 oleh Syeikh Musthafa. Awalnya pesantren ini didirikan di desa Tanobato, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumarera Utara. Karena, Tanobato saat itu dilanda banjir pada 1915, pesantren dipindahkan ke Desa Purba Baru hingga saat ini.

Selanjutnya, selain melakukan peresmian dimulainya pembangunan asrama pondok Pesantren Mustofhawiyah,   Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Sumatera Utara,  juga meletakan batu pertama pembangunan Asrama Haji Madina di dalam kompleks Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Kabupaten Madina.

Menurut Presiden Joko Widodo, dirinya mengaku pernah menyampaikan kepada Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud untuk menambah kuota haji Indonesia.

“Saat ini Raja Salman telah mengembalikan kuota haji asal Indonesia, dulu pernah dikurangi hampir 5.000 jamaah. Tahun ini tidak hanya tambahan kuota 10.000, juga tambahan pengembalian,” kata Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut, dijelaskan Presiden Joko Widodo, tahun ini Indonesia mendapat tambahan kuota 52.200, sebanyak 10.000 merupakan tambahan kuota dan 42.2000 adalah pengembalian kuota sehingga total kuota menjadi 221.000 jemaah dari sebelumnya 168.800.

Diketahui, pada 2013 kuota jemaah haji seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia mengalami pemangkasan lantaran renovasi Masjidil Haram.

“Penambahan besar sekali, hampir 30 persen. Panambahan ini wajar karena Indonesia mayoritas penduduknya muslim,” jelas Presiden Joko Widodo.

Sementara menurut Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, asrama haji tersebut sudah lama diimpikan masyarakat. Selain itu, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution pun turut memperjuangkannya.

“Pak Dahlan lama bertugas melayani jemaah haji. Beliau tahu betul keinginan jemaah. Kini jemaah haji dari berbagai pelosok Madina bisa istirahat dan membekali diri di asrama ini sebelum berangkat ke Medan,’’ kata Tengku Erry Nuradi.

Selanjutnya, setelah meresmikan pembangunan asrama haji Presiden Joko Widodo dan rombongan mengikuti acara Silaturahmi Nasional Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) da diteruskan dengan meninjau pasar tradisional Panyabungan di Madina.

loading...