Tim kuasa hukum Ahok, Humphrey R Djemat, diancam demo besar-besaran Jumat 24 Maret 2017 dan sudah dinyatakan mau dipecat dari MUI.

JAKARTA, harianpijar.com – Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, yang dihadirkan dalam sidang ke-15 kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai saksi ahli, mendapatkan teror. Lain itu, Ahmad Ishomuddin dihadirkan dalam sidang ke-15 yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian pada 21 Maret 2017.

Menurut anggota tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Humphrey R Djemat, beliau (KH Ahmad Ishomuddin-red) cerita, bahwa dirinya usai menjadi saksi ahli dalam sidang ke-15 kasus dugaan penodaan agama,  mendapat celaan dan semuanya teror.

“Lebih dari cukup buktinya. Beliau cerita semuanya (teror) sama saya,” kata Humphrey R Djemat saat dikonfirmasi, Kamis 23 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegskan Humphrey R Djemat, bukti yang didapat tersebut berupa celaan yang ditujukan kepada KH Ahmad Ishomuddin yang juga dosen Fakultas Syariah IAIN Raden Intan, Lampung ini. Lain itu, menurut Humphrey R Djemat, sikap tersebut jelas bukan karakter Islam dan NU.

“Jelas itu dari pihak yang sangat membenci Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan ingin Ahok kalah di Pilkada,” tegas Humphrey R Djemat.

Selanjutnya, dikatakan Humphrey R Djemat, dirinya juga membenarkan kabar KH Ahmad Ishomuddin yang mendapat ancaman demonstrasi pada Jumat 24 Maret 2017 ini. Selain itu, dirinya juga mendapat desakan untuk dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Belum tahu persis, yang jelas diancam demo besar-besaran Jumat 24 Maret 2017 dan sudah dinyatakan mau dipecat dari MUI,” tandas Humphrey R Djemat.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR