Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, kami periksa karena faktor umur sudah 10 tahunan, jadi memang mobil itu ada saja detail kecil yang aus, tetapi itu masih bisa dipakai.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala menjelaskan, mobil RI-1, yang mogok saat kunjungan kerja Presiden ke Kalimantan Barat beberapa waktu lalu, sudah berumur cukup tua.

Menurut Darmansjah Djumala, mobil dinas Presiden Joko Widodo (Jokowi) mogok setelah Presiden dan rombongan meresmikan 8 Mobile Power Plant (MPP) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Sabtu siang, 18 Maret 2017 lalu. Lain itu, mobil tersebut dibawa khusus dari Jakarta.

”Mobil Presiden itu ada beberapa, yang bagus kami pakai, yang dulu-dulu kami pakai karena pemeliharaan rutin bagus,” kata Darmansyah Djumala, Rabu, 22 Maret 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Darmansyah Djumala, mobil yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan ke Mempawah itu adalah Mercedes-Benz S-600 keluaran 2007. Karena itu, menurutnya mobil dinas tersebut termasuk berkondisi baik karena pemeliharaan rutin dan reguler sesuai dengan “log book” yang terdata serta secara rutin diservis bulanan atau servis berkala.

”Tapi kami periksa karena faktor umur sudah 10 tahunan, jadi memang mobil itu ada saja detail kecil yang aus. Tetapi itu masih bisa dipakai,” tegas Darmansjah Djumala.

Selanjutnya, Darmansyah Djumala menjelaskan, mogoknya mobil Presiden sebenarnya tidak fatal dan bukan karena rusak, melainkan karena akselerasinya yang melemah.

“Jelas terjadi pelemahan akselerasi. Istilahnya faktor umur. Diinjak gas tidak lari. Untuk ukuran VVIP masih layak, diperiksa karena dilakukan rutin,” jelas Darmansyah Djumala.

Sementara, Darmansjah Djumala mengatakan, dirinya belum memeriksa ke bagian pemeliharaan apakah mobil yang dibeli saat era Presiden SBY itu masih akan digunakan atau tidak. Ada 6-7 mobil Mercedes-Benz S-600 yang sesuai dengan standar kepresidenan.

“Ada yang di atas 2007, cuma tahunnya saya lupa,” kata Darmansyah Djumala.

Sedangkan, menurut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, pembaruan mobil kepresidenan menjadi sesuatu yang mendesak. Beberapa kali mengalami mogok, mobil kepresidenan yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sudah tidak layak digunakan.

”Saya melihat ada urgensi luar biasa. Sangat tidak layak. Sudah beberapa kali mogok, kok,” kata Pratikno, Selasa, 21 Maret 2017 lalu, di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Lain itu, dirinya mengatakan mobil Mercedes-Benz S-600 yang ditumpangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mogok di Banjarnegara, di Ponorogo, dan terakhir di Kalimantan Barat pada Sabtu, 18 Maret 2017.

loading...