Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, kalau nanti ada pengerahan massa, Kepolisian akan melakukan tindakan preventif.

BANDUNG, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat belum menerima laporan terkait pengerahan massa dari Jawa Barat untuk mengawal dan mengawasi Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Lain itu, kalau nanti ada pengerahan massa, Kepolisian akan melakukan tindakan preventif.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, pihaknya akan mengambil tindakan preventif tentunya. Namun, terlebih dulu dengan sosialisasi dan imbauan. Pilkada kan Jakarta, bukan di Jabar. Jadi, lebih baik jangan ke Jakarta.

“Tindakan preventif tentunya akan kita lakukan terlebih dulu, yaitu dengan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat. Yang Pilkada kan Jakarta, bukan di Jabar. Jadi, lebih baik jangan ke sana,” kata Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis, 23 Maret 2017.

Lebih lanjut, dikatakan Kombes Pol Yusri Yunus, Polda Jabar akan melakukan pengawasan di beberapa wilayah jelang putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Lain itu, sejumlah wilayah yang diawasi antara lain Bogor, Bekasi, dan Cianjur.

“Nantinya, pengamanan di perbatasan juga dilakukan. Namun, tindakan preventif tetap diutamakan,” kata Kombes Pol Yusri Yunus.

Seperti diberitakan, media sosial ramai membahas rencana Tamasya Al Maidah. Gerakan ini mengajak publik mengawasi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta di tempat pemungutan suara pada Rabu, 19 April 2017 mendatang.

Menurut belaquran.com, situs Gerakan Nasional Penegak Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menyebut Tamasya Al Maidah digagas Gerakan Kemenangan (Gema Jakarta). Mereka menargetkan 1,3 juta umat Islam dari luar Jakarta ikut mengawal Pilkada DKI Jakarta.

loading...