Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti, masyarakat boleh ikut mengawasi, namun jangan sampai mengganggu jalannya pemungutan suara.

JAKARTA, harianpijar.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tugasnya melakukan pengawasan terhadap pemungutan suara. Lain itu, masyarakat boleh ikut mengawasi, namun jangan sampai mengganggu jalannya pemungutan suara.

Menurut Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti, dirinya menanggapi munculnya Tamasya Al Maidah, gerakan yang mengajak publik mengawasi putaran kedua Pilkada DKI di tempat pemungutan suara pada Rabu 19 April 2017 mendatang. .

Lebih lanjut, Mimah Susanti menjelaskan, Bawaslu tidak akan melarang masyarakat mengawasi jalannya Pilkada DKI Jakarta. Tetapi, dirinya mengingatkan, pengawasan oleh siapa pun tidak boleh mengintervensi dan mengintimidasi para calon pemilih.

Lain itu, Mimah Susanti juga menilai, slogan ‘Saatnya Ummat Memilih’ yang diangkat gerakan Tamasya Al Maidah berpotensi mengintimidasi para calon pemilih di TPS.

“Tentu Bawaslu akan berkoordinasi dengan kepolisian kalau sudah mengganggu, ikut campur. Biarkan saja pelaksanaan diserahkan ke penyelenggara di TPS,” jelas Mimah Susanti di Jakarta, Rabu 22 Maret 2017.

Sementara, menjelang putaran kedua Pilkada DKI, pesan yang berisi ajakan memantau langsung Pilkada DKI bertebaran di media sosial. Lain itu, gerakan Tamasya Al Maidah merupakan bagian dari aksi bela Islam.

Penggagas gerakan itu mengajak umat Islam, termasuk yang tinggal di luar Jakarta mendatangi TPS di Jakarta saat hari pemungutan suara.

Sedangkan, belaquran.com, situs Gerakan Nasional Penegak Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), menyebut Tamasya Al Maidah digagas Gerakan Kemenangan (Gema Jakarta).

Menurut Wakil Ketua Gema Jakarta, Farid Poniman mengatakan, pihaknya menargetkan 1,3 juta umat Islam dari luar Jakarta ikut mengawal Pilkada DKI.

“Relawan Jakarta juga akan bertindak sebagai kaum Anshor yang menyambut dan melayani peserta Tamasya Al-Maidah sebagai kaum Muhajirin. Peserta langsung kami arahkan ke pos-pos terdekat dari TPS yang menjadi lokasi pemantauannya,” kata Farid Poniman, dikutip dari belaquran.com.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR