Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, seluruh TPS sudah disiapkan agar memenuhi standar berdemokrasi, segala upaya bentuk kecurangan akan diawasi oleh petugas yang telah disiapkan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengimbau masyarakat tidak terpengaruh ajakan Tamasya Al Maidah. Lain itu, tamasya ini mengajak warga menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada saat pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI pada 19 April.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengikuti tamasya al maidah untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS) saat pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Karena, ada Polri dan TNI bersiap melakukan pengamanan.

“Kita tidak usah percaya ajakan itu. Mudah-mudahan tidak ada yang terpengaruh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu 22 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Pol Argo Yuwono, seluruh TPS sudah disiapkan agar memenuhi standar berdemokrasi. Menurutnya, segala upaya bentuk kecurangan akan diawasi oleh petugas yang telah disiapkan.

“Kita sudah sampaikan, imbauan kepada masyarakat untuk pilkada DKI Jakarta sudah ada panitianya, di TPS pun sudah ada yang jaga,” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Sementara, menurut Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suntana, aksi dalam bentuk mengintimidasi tidak boleh dilakukan untuk memilih pasangan calon tertentu. “Kalau memprovokasi, intimidasi ya kita larang, kita cegah, polisi punya kewenangan itu,” kata Brigjen Pol Suntana saat dikonfirmasi, Selasa 21 Maret 2017 kemarin.

Lain itu, dirinya meminta warga daerah lain tidak terbujuk untuk hadir di DKI Jakarta pada hari pencoblosan 19 April 2017. Karena, Polisi juga akan bertindak tegas bilamana terjadi tindakan yang melanggar hukum.

“Kita juga imbau masyarakat tidak perlu datang, pengamanan kita jaga dengan kerjasama instansi terkait. Polisi dengan kewenangan yang ada mencegah potensi konflik keributan sesuai UU punya hak untuk melakukan pencegahan,” tandas Brigjen Pol Suntana.

loading...