Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan meminjam mobil kepresidenan berdasarkan pada UU tersebut.

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrat tidak bisa menerima ucapan Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala, yang mengatakan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum mengembalikan mobil kepresidenan.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Undang-Undang Nomor 7 tahun 1978 tentang Hak Keuangan atau Administratif Presiden dan Wapres serta bekas Presiden, di mana pasal 8 disebutkan bahwa bekas atau mantan presiden dan wapres disediakan sebuah kendaraan milik negara beserta pengemudinya.

Selanjutnya, dikatakan Hinca Panjaitan, mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan meminjam mobil kepresidenan berdasarkan pada UU tersebut. Padahal tuturnya, baru saja negeri ini disejukkan dengan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mantan Presiden SBY.

“Itu keliru dan membuat pilu. Media sosial kini ramai tidak beraturan, kembali hadir banyak caci setelah pemberitaan ini,” kata Hinca Panjaitan dalam keterangan resminya, Rabu 22 Maret 2017.

Selanjutnya, juga dijelaskan Hinca Panjaitan, dirinya meminta agar pihak Istana melakukan klarifikasi.

“Mari kita ciptakan situasi politik yang sejuk dan santun dalam bernegara. Sebab hal tersebut adalah edukasi politik yang murah dan mudah,” tandasnya Sekjen Partai Demokrat itu.

Seperti diberitakan, Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, satu mobil dinas presiden masih dipinjam mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sehingga, saat ini mobil VVIP yang tersisa di Istana berjumlah tujuh mobil. Tujuh mobil yang seluruhnya bermerek Mercedes Benz S-600 Pullman Guard hitam tersebut bukan hanya digunakan oleh Presiden, melainkan juga Wakil Presiden.

SUMBERjpnn.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR