Raja Juli Antoni, Sandiaga Uno seharusnya belajar dari Ahok yang menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Tiap Selasa di setiap pekannya, Ahok selalu menghadiri sidang, tidak pernah mangkir, dan mengesampingkan kampanye Pilkada DKI.

JAKARTA, harianpijar.com – Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, menyesalkan komentar calon wakil gubernur dengan nomor urut tiga, Sandiaga Uno, yang menyebut Djarot Saiful Hidayat tidak mengerti duduk perkara dirinya meminta polisi menunda pemeriksaan kasus dugaan penggelapan hingga Pilkada DKI Jakarta 2017 selesai.

Menurut Raja Juli Antoni, dirinya sangat menyesalkan komentar Sandiaga Uno, yang menyebut Djarot Saiful Hidayat tidak mengerti duduk perkara dirinya yang meminta polisi menunda kasus nya.

“Tidak ada maksud Pak Djarot sok tahu urusan hukum Mas Sandi. Publik juga enggak ingin tahu apakah kasus ini urusan perseteruan dua, tiga, atau bahkan 10 orang super kaya di sekitar Mas Sandi. Silakan jelaskan di kantor polisi,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangan tertulisnya, Rabu 22 Maret 2017.

Lebih lanjut, dijelaskan Raja Juli Antoni, Sandiaga Uno seharusnya belajar dariBasuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Tiap Selasa di setiap pekannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selalu menghadiri sidang, tidak pernah mangkir, dan mengesampingkan kampanye Pilkada DKI.

“Bahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah punya inisiatif untuk mendatangi kepolisian tanpa dipanggil,” jelas Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

Selain itu, menurut Raja Juli Antoni, dirinya menduga Sandiaga Uno panik dalam menghadapi kasus ini. Dia menyarankan Sandiaga Uno menghadapi proses hukum yang ada.

“Kalau Mas Sandiaga Uno  merasa benar mestinya enggak perlu mangkir dari panggilan polisi. Tidak perlu baperan dengan saran Pak Djarot agar menghormati proses hukum. Kecuali memang ada sesuatu yang membuat beliau takut,” kata Raja Juli Antoni.

Sementara, pada Selasa 21 maret 2017, Sandiaga Uno dipanggil polisi sebagai terlapor dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan penjualan lahan di Jalan Curung Raya, Tangerang, Banten, pada 2012.

Sedangkan,  Sandiaga Uno tidak memenuhi panggilan pertama oleh Polda Metro Jaya itu dan memilih berinteraksi dengan masyarakat. Lain itu, Sandiaga Uno meminta agar Polda Metro Jaya memberikan kesempatan masyarakat mengenal dan berinteraksi dengan dia sebagai salah satu calon pemimpin di Jakarta.

Sementara, menanggapi hal itu Djarot Saiful Hidayat, mengatakan proses hukum harus dihormati. Bukan hanya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sandiaga Uno juga dia minta harus menghormati proses hukum dan tidak menggunakan padatnya kegiatan sebagai alasan untuk meminta pengusutan kasus ditunda.

“Pak Ahok itu lho setiap Selasa masih disidang, enggak pernah mangkir, taat pada hukum ya enggak,” kata Djarot Saiful Hidayat, saat dikonfirmasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR