Sandiaga Uno, saya sudah mendapat dua kali brief dari tim hukum, keterlibatan saya engga ada sama sekali, jadi besok akan kami sampaikan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) membantah adanya muatan politis dalam penanganan perkara penggelapan tanah yang menjerat calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga Sandiaga Uno.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, apa yang dilakukan pihaknya sudah sesuai dengan aturan hukum.

“Kata siapa begitu, kan ada waktu seminggu dari laporan masuk. Tidak langsung melakukan pemanggilan setelah ada laporan. Kami profesional saja, ada laporan masuk ya kami tindaklanjuti dulu,” kata Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa, 21 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Pol Argo Yuwono, terkait dengan tidak akan hadirnya Sandiaga Uno dalam pemanggilan hari ini, dirinya mengaku pihaknya tidak mempermasalahkan. Namun, nanti akan ada koordinasi lanjutan untuk menjadwal ulang pemanggilan tersebut.

“Kalau yang bersangkutan tidak bisa hadir ya kami jadwal ulang,” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Selanjutnya, Kombes Pol Argo Yuwono juga menjelaskan, pemanggilan Sandiaga Uno ini merupakan panggilan klarifikasi atas laporan seseorang bernama Djoni Hidayat. Jika nantinya dalam penyelidikan benar ditemui tindak pidana, menurutnya tidak menutup kemungkinan perkara ini dinaikkan menjadi penyidikan.

“Pokoknya, yang bersangkutan ini baru akan kami mintai klarifikasi, kalau nanti dari penyelidikan itu ada unsur pidana, ya kami naikkan ke penyidikan,” jelas Kombes Argo Yuwono.

Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua Tim Hukum Pasangan Anies-Sandi, Yupen Hadi mempertanyakan netralitas polisi dalam menyelesaikan sebuah perkara. Bahkan dirinya menilai polisi tebang pilih.

Karena, polisi bekerja cepat tanggap hanya dalam kasus yang menjerat kliennya. Namun terkesan lambat dan abai dalam perkara yang kliennya laporkan.

“Kasus Chicco yang kami laporkan misalnya, sampai sekarang kami belum ada dipanggil untuk dimintai keterangannya. Kenapa kasus ini cepat sekali, dalam seminggu langsung bang Sandi dipanggil,” kata Yupen Hadi di Kantor Pemenangan Anies Sandi, Senin, 20 Maret 2017 kemarin.

Sementara, Sandiaga Uno dipanggil Polda Metro Jaya atas perkara dugaan penggelapan tanah seluas 4.115 meter persegi di Curug Raya KM 35, Tangerang, Banten. Sandiaga Uno dilaporkan oleh seseorang bernama Djoni Hidayat pada 8 Maret 2017 lalu.

Sedangkan, Sandiaga Uno telah memastikan dirinya tidak hadir dalam pemanggilan tersebut karena memiliki jadwal lain, yakni mendatangi KPK untuk melaporkan LHKPN.

SUMBERTempo.co
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR