Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, penasihat hukum akan menghadirkan tujuh saksi ahli dalam persidangan yang didelar hari ini Rabu 29 Maret 2017.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang lanjutan ke-15 kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini Selasa 21 Maret 2017, dijadwalkan menghadirkan tiga saksi ahli dalam persidangan yang digelar di Audiotorium Kementerian Pertanian, Jakrta Selatan.

Menurut Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Humphrey R Djemat, sidang lanjutan hari ini akan menghadirkan tiga ahli. Sidang rencananya dimulai pukul 09.00 WIB.

“Sidang lanjutan ini pemeriksaan ahli-ahli dari penasihat hukum,” kata Humphrey Djemat, saat dikonfirmasi di Jakarta.

Lebih lanjut, ditegaskan Humphrey R Djemat, tiga ahli yang rencananya akan dihadirkan dalam sidang ke-15 ini, yakni ahli agama Islam yang merupakan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga dosen Fakultas Syariah IAIN Raden Intan, Lampung, Ahmad Ishomuddin.

Selanjutnya, ahli bahasa yang merupakan guru besar linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Rahayu Surtiati Hidayat, serta ahli hukum pidana yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung C. Djisman Samosir.

Sementara, arus lalu lintas di depan Kompleks Kementerian Pertanian, Jalan R.M. Harsono, Jakarta Selatan, yang mengarah ke Ragunan dan Mampang Prapatan  terlihat sudah ditutup.

Seperti diberitaka, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dikenakan dakwaan alternatif yakni Pasal 156a dengan ancaman 5 tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sedangkan menurut Pasal 156a KUHP, pidana penjara selama-lamanya lima tahun dikenakan kepada siapa saja yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR