Djarot Saiful Hidayat, majelis Taklim kok mau diganggu, yang benar saja.

JAKARTA, harianpijar.com – Rumah tempat penyelenggaraan pengajian bulanan Majelis Taklim An Nisa milik Saefuddin, di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat, Senin 20 Maret 2017, mengaku sempat didatangi ‎FPI.

Menurut Saefudin, mereka meminta acara pengajian tidak diselenggarakan. “Kami baru mau tidur. Jam 00.00 WIB malam, sebanyak 50 orang datang, FPI‎ minta acara tidak diteruskan,” kata Saefuddin di lokasi.

Lebih lanjut, ditegaskan Saefuddin, pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Namun, dirinya memutuskan untuk tetap meneruskan acara pengajian. Lain itu, meski suasan hujan warga tetap memadati lokasi acara pengajian bulanan itu.

Selanjutnya, Saefudin mengatakan, mereka tampak menyambut calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ketika tiba di lokasi. “Padahal hujan dan diancam, tapi enggak berpengaruh,” kata Saefuddin.

Menurut calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor utuy dua Djarot Saiful Hidayat ‎menyayangkan adanya upaya untuk melarang pelaksanaan acara pengajian bulanan Majelis Taklim An Nisa .

“Majelis Taklim kok mau diganggu, yang benar saja,” kata Djarot Saiful Hidayat.

Diketahui, penolakan sempat terjadi ketika Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara pengajian tersebut. Lokasi penolakan tidak jauh dari tempat penyelenggaraan pengajian bulanan. Jaraknya sekitar 20 meter.

Terlihat, belasan ibu-ibu tampak membawa spanduk yang berisi penolakan terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Ahok-Djarot. Penolakan itu terkait dengan dugaan penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

‎Namun, hal tersebut tidak mengganggu jalannya pengajian. ‎

loading...