Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menolak berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat, biasa-biasa aja saat diminta mengomentari adanya kemenangan mutlak di ratusan tempat pemungutan suara (TPS) pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta. Lain itu, kemenangan mutlak di ratusan TPS itu dikritik oleh pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Yang lucu itu yang ngomong,” kata Djarot Saiful Hidayat, di kawasan Klender, Jakarta Timur, Minggu 19 Maret 2017.

Sementara, calon wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menolak berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut. Dirinya memilih untuk pergi menyudahi pertanyaan wartawan.

Sedangkan, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno, pernah mengungkapkan keanehan hasil pemungutan suara putaran pertama Pilkada DKI di 400 TPS.

Menurut Sandiaga Uno, keanehan itu muncul karena pasangan nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, serta pasangan Anies-Sandi, sama sekali tidak mendapatkan suara.

“Ada 400 TPS yang suara kami dinolkan. Padahal rasanya tidak mungkin,” kata Sandiaga, di posko pemenangannya, Jalan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa 7 Maret 2017 lalu.

Lebih lanjut, ditegaskan Sandiaga Uno, hampir semua TPS yang hasil penghitungan suaranya dia nilai anomali itu berlokasi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Lain itu, dirinya menduga hal itu merupakan bentuk kecurangan yang dilakukan secara masif, sistemik, dan tersturuktur. “Walaupun raihan suaranya kok jomplang banget, tapi jangan mengeluh. Karena kalau kami mengeluhkan kompetisi yang dinilai kurang fair, rasa-rasanya kok seperti cengeng sekali,” tandas Sandiaga Uno.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR