Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, sebagai umat Islam harus berpikiran positif, untuk kemenangan umat Islam.

TASIKMALAYA, harianpijar.com – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir mengatakan muslim di seluruh Indonesia diharapkan bersatu untuk mewujudkan kebangkitan Islam. Lain itu, umat juga harus waspada dan berani menangkal paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Hal tersebut menjadi fokus dari dakwah Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir dan Wakil Ketua DPP Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin, dalam acara tabligh akbar di halaman Pondok Pesantren Persis 32, Kampung Panyusuhan, Desa Pakemitan Kidul, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, umat Islam dituntut untuk selalu berprasangka baik supaya tercipta suasana yang nyaman. “Sebagai umat Islam harus berpikiran positif, untuk kemenangan umat Islam,” kata Bachtiar Nasir dalam ceramahnya di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu 18 Maret 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Bachtiar Nasir, dirinya menilai banyaknya warga yang menghadiri tablig akbar, merupakan bukti bangkitnya umat Islam. Lain itu, umat Islam diharapkan bisa menangkal semua yang menggangu kebangkitan tersebut. Baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

“Seperti munculnya simbol-simbol komunis dan aliran sesat. Revolusi sekarang juga, lailahailalloh syahadat kita perkuat lagi,” tegas Bachtiar Nasir.

Sementara, menurut Jeje Zaenudin, saat ini umat Islam sedang dalam keadaan lemah. Karena itu, dirinya mengajak seluruh umat bersatu. Lain itu, masalah yang muncul saat ini disebabkan perpecahan di kalangan umat Islam itu sendiri.

“Maka kita persatukan kaum muslim karena umat Islam harus bersatu,” kata Jeje Zaenudin.

Lebih lanjut, dijelaskan Jeje Zaenudin, dirinya juga mengingatkan kembali pentingnya menjaga silaturahmi antarkaum muslimin. Persaudaraan harus selalu dijaga agar semua persoalan bisa diatasi dengan mudah dengan cara musyawarah dan sebagaimana yang diajarkan dalam Alquran.

“Ketika ada masalah, Islam menganjurkan untuk berislah dengan cara musyawarah,” jelas Jeje Zaenudin.

Sementara, Jeje Zaenudin juga menjelaskan, Tasikmalaya yang memiliki jargon kota santri diharapkan bisa menjadi pelopor dalam membangun kejayaan umat Islam dengan damai.

Sebab, kedamaian dan ketentraman merupakan bentuk kemenangan umat Islam. “Ini modal kita untuk kejayaan umat Islam,” tandas Jeje Zaenudin.

Berdasarkan pantauan dilokasi, tabligh akbar dihadiri sejumlah unsur muspika, para pimpinan pondok pesantren, ormas islam dan lainnya.

SUMBERJPNN.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR