Djarot Saiful Hidayat, isu SARA bukan hanya berdampak pada satu daerah, melainkan menyeluruh. Namun, Ahok-Djarot tidak akan gentar.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat menyayangkan banyaknya isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) untuk menjegal salah satu peserta pilkada. Lain itu, beragam isu SARA banyak dilakukan dengan berbagai cara.

Menurut Djarot Saiful Hidayat, salah satu isu SARA dilakukan melalui ceramah atau khotbah salat Jumat. Lain itu, isu SARA jangan dibawa ke dalam ibadah suatu agama.

“Saya salat Jumat khotbahnya seperti ini. Saya mohon lah jangan digoreng isu-isu bernuansa SARA untuk Pilkada Jakarta ini. Tidak baik, tidak sehat, biarlah warga menentukan pilihannya dengan nyaman di TPS,” kata Djarot Saiful Hidayat di Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Djarot Saiful Hidayat, bukan hanya itu dirinya juga memperoleh informasi bahwa ada warga yang mendapat ancaman tidak akan bisa lagi berjualan, jika tidak memilih pasangan tertentu.

“Ada warga juga yang harus bikin surat pernyataan kalau jenazahnya mau diurus, itu tidak boleh. Nah hal seperti ini yang saya tekankan bahwa kontestasi pilkada ini harus dengan persaingan yang sehat. Ada program, adu gagasan, adu kreatifitas,” tegas Djarot Saiful Hidayat.

Selain itu, juga dijelaskan Djarot Saiful Hidayat, dirinya ke mana saja sampaikan, seluruh pendukung Ahok-Djarot untuk tetap sabar, senyum dan tidak terpancing provokasi, tidak usah takut dan tidak usah dilawan, senyum saja.

Karena, menurutnya, isu SARA bukan hanya berdampak pada satu daerah, melainkan menyeluruh. Namun, Ahok-Djarot tidak akan gentar.

“Tentunya kami tidak ingin mundur ke belakang, kan sistem demokrasi kita sudah baik. Makanya ini kan kondisinya sudah panas-panas seperti ini, saya selalu sampaikan bahwa harus sejuk,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.

loading...