Djan Faridz, dengan samanya status pondok pesantren, nantinya juga akan berimbas dengan peningkatan kesejahteraan pengajar. Dimana nantinya guru juga akan mendapatkan hak yang sama dengan guru-guru lain.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum PPP Djan Faridz akan meminta dukungan kepada 2.500 warga untuk memasang spanduk bahwa pasangan calon kepala daerah DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, sangat pro Islam. Lain itu, menurutnya pasangan ini telah meneken kesepakatan dengan partai berlambang Kabah untuk mementingkan umat Islam.

“Sebanyak 2.500 rumah akan dipasang spanduk. Satu rumah satu spanduk. Spanduk itu menjelaskan kalau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sangat pro Islam. Gak menyatakan pilih Ahok jadi gubernur. Mereka sepakat untuk umat Islam. Pasangnya jangan di pagar. Tapi di area rumah,” kata Djan Faridz, saat dikonfirmasi pada acara peresmian ‘Relawan Badja Bhinneka Tunggal Ika’ di bilangan Menteng, Jakarta, Sabtu 18 Maret 2017.

Menurut Djan Faridz, mengapa jangan pasang di pagar rumah, karena tidak sesuai dengan regulasi atau aturan yang sudah ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Ini kan rumah kita, pasang spanduk islami. Masa ga boleh. Ibu-ibu siap pasang. Harus siap,” jelas Djan Faridz.

Lebih lanjut, dijelaskan Djan Faridz, kesepakatan antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan dirinya adalah memberikan gaji bulanan untuk marbot masjid dan lain-lain. Dengan begitu, pengurus masjid bisa lebih baik kehidupannya.

“Hok gue gak bisa kawin sama lo, ya udah deh bikin kontrak politik menyatakan dukung umat Islam. Marbot, gaji bulanan, ini ahok China mau janji marbot dll gaji bulanan. Pasti bawa manfaat untuk umat Islam,” jelas Djan Faridz.

Lain itu, dikatakan Djan Faridz, dirinya juga mengharapkan agar masyarakat menurunkan spanduk yang berbau SARA. “Ingat kita ini sedang menghadapi pilkada yang harus adil dan jujur,” tandas Ketua Umum PPP versi muktamar Jakarta itu.

loading...