Jaksa Agung M Prasetyo, dirinya sendiri hingga kini belum mengetahui sejauh mana arah persidangan penistaan agama, yang digelar setiap Selasa, di Gedung Kementan itu.

JAKARTA, harianpijar.com – Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan tuntutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terdakwa perkara kasus dugaan penistaan agama didasarkan kepada fakta persidangan. Lain itu, menurutnya bukan asumsi dan opini.

“Bukan asumsi dan opini, ” kata M Prasetyo menjawab soal rencana penuntutan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Kejaksaan Agung, Jumat 17 Maret 2017 kemarin.

Menurut Jaksa Agung M Prasetyo, dirinya belum dapat menyebutkan secara tegas terkait apakah akan langsung menentukan rencana tuntutan (Rentut), mengingat perkara Ahok masuk kategori perkara tindak pidana penting (Tiketing).

Selain itu, menurut M Prasetyo, dirinya juga akan menanyakan kepada tim jaksanya (Jaksa Penuntut Umum-red). Karena, selama ini di evaluasi terus dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum selalu mendapatkan laporan-laporan.

Namun, ditegaskan M Prasetyo, dirinya sendiri hingga kini belum mengetahui sejauh mana arah persidangan penistaan agama, yang digelar setiap Selasa, di Gedung Kementan itu.

“Karena proses persidangan sudah berjalan. Semuanya kembali kepada fakta persidangan,” tegas M Prasetyo.

Seperti diberitakan, persidangan perkara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memasuki pemeriksaan saksi meringankan, yang keterangan mereka justru memperkuat dakwaan jaksa penuntut umum, yang disusun secara alternatif, berupa pasal 156 atau pasal 156 a Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHAP).

Diperkirakan, dalam waktu dekat akan dibacakan tuntutan jaksa. Lalu, diikuti duplik, replik dan vonis hakim serta penentuan perintah penahanan.

loading...