Jurubicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Eva Kusuma Sundari, tamasya Al Maidah yang digagas GNPF MUI tersebut tidak etis dilakukan. Karena, tindakan politisasi isu agama bertentangan dengan pesan yang terkandung dalam Alquran itu sendiri.

JAKARTA, harianpijar.com – Jurubicara Tim Pemenangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Eva Kusuma Sundari mengatakan masyarakat sudah mulai muak dengan isu politisasi agama pada Pilkada DKI Jakarta. Lain itu, menurutnya warga sudah tidak tertarik dengan politisasi agama yang dinilainya digunakan untuk menyerang pasangan inkumben.

Menurut Eva Kusuma Sundari, tekait dengan adanya gerakan ‘tamasya Al Maidah’ yang digagas GNPF MUI, dirinya menilai gerakan tersebut tidak etis dilakukan. Karena, tindakan politisasi isu agama bertentangan dengan pesan yang terkandung dalam Alquran itu sendiri.

“Saya gembira bahwa dari riset teman-teman Partai Golkar, internal, ternyata ada kecenderungan pemilih sudah mulai muak dengan isu politisasi agama. Makin tidak tertarik dengan isu politisasi agama dan apalagi kami melakukan perlawanan,” kata Eva Kusuma Sundari di Posko Pemenangan Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Eva Kusuma Sundari, kalaupun mereka memainkan dengan tamasya Al Maidah, menurutnya juga sangat tidak etis, karena mereka enggak mau dinistakan tetapi tindakan-tindakan untuk politisasi agama itu justru nista. “Karena orang tidak dicerdaskan seperti pesan Alquran. Saya pikir itu tidak sehat,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya diberitakan, GNPF MUI akan melakukan gerakan tamasya Al Maidah pada pemungutan suara 19 April 2017 mendatang. Selain itu, tamasya Al Maidah merupakan gerakan dari relawan GNPF MUI untuk mendatangi setiap TPS yang bertujuan mengawal jalannya pemungutan suara dan menjaga intimidasi serta provokasi dari pihak tertentu.

loading...