Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo, setiap desa memiliki potensi dan keunikan masing-masing, meskipun 80 persen masyarakat desa masih hidup di sektor pertanian.

JAKARTA, harianpijar.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berharap Disapora Indonesia dapat membantu mengembangkan desa melalui program perdagangan elektronik dan pariwisata.

Menurut Ketua Dewan Penasihat Diaspora Indonesia, Dino Patti Djalal bersama anggota diaspora lainnya berkunjung ke Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Dalam kunjungan tersebut Diaspora menginisiasi adanya kerjasama untuk membangun desa.

Sementara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo, mengapresiasi dan menyambut baik inisiasi tersebut. Lain itu, desa membutuhkan sebuah model agar mampu mandiri secara ekonomi.

“Kita memperjuangkan anak desa dikasih tanah dikasih apa, kalau tidak dikasih pekerjaan, tanah itu akan dijual juga,” kata Eko Sandjojo dalam keterangan resmisnya, di Jakarta, Jumat 17 Maret 2017

Selanjutnya, Eko Sandjojo juga menjelaskan, setiap desa memiliki potensi dan keunikan masing-masing, meskipun 80 persen masyarakat desa masih hidup di sektor pertanian.

Karena itu, dirinya juga berharap Diaspora Indonesia diharap dapat membantu desa dari segi e-commerce hingga pengembangan sektor pariwisata. Bahkan dirinya membuka ruang bagi Diaspora Indonesia untuk terjun langsung mengajar di desa.

“Harapannya Diaspora bisa bantu e-commerce. Atau juga Diaspora bisa investasi di Pariwisata,” jelas Eko Sandjojo.

Sedangkan, Ketua Dewan Penasihat Diaspora Indonesia, Dino Patti Djalal mengatakan, Diaspora Indonesia akan menggalang organisasi Diaspora, Ormas Diaspora, individu maupun perusahaan untuk bekerjasama membantu desa.

“Mereka bisa jadi sahabat desa. Apa kerjasamanya, tentu kami terbuka,” kata Dino Patti Djalal.

Lain itu, dirinya juga mencontohkan, bantuan yang diberikan bisa dalam bentuk komputer, solar cell, buku, infrastruktur, bahkan beasiswa. Sebagai langkah awal, Ketua Dewan Penasihat Diaspora Indonesia Dino Patti Djalal meminta kementerian untuk menyediakan setidaknya 100 daftar desa tertinggal. Nantinya, pemuda pintar di desa akan diundang untuk mendapatkan beasiswa di kampus-kampus wilayah Diaspora.

loading...