Sandiaga Uno, saya sudah mendapat dua kali brief dari tim hukum, keterlibatan saya engga ada sama sekali, jadi besok akan kami sampaikan.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya saat ini tengah memproses kasus penggelapan yang diduga dilakukan oleh calon wakil gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut tiga, Sandiaga Uno. Lain itu, kasus tersebut berdasarkan laporan yang dilayangkan Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings, Edward Soeryadjaya.

Sementara, publik menilai laporan tersebut hanya dibuat-buat saja dan cenderung berbau politis. Karena, waktu pelaporannya bertepatan dengan momen pencalonan Sandiga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang bakal digelar 19 April mendatang. Selain itu, dugaan kasus tersebut sudah terjadi sejak lama.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, pihaknya hanya memproses sesuai hukum yang berlaku. “Ya, yang terpenting kan kita lidik. Kita periksa. Misalnya kasus yang belum selesai boleh, kan,” kata Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat 17 Maret 2017. saat ditanya perihal kasus tersebut.

Lebih lanjut, Kombes Pol Argo Yuwono, menegaskan, pandangan kasus tersebut dibuat-buat hanya persepsi dari masyarakat. Menurutnya, ini hanya kebetulan saja mengusut kasus tersebut bertepatan dengan momen Pilkada DKI Jakarta 2017.

Lain itu, ditegaskan Kombes Pol Argo Yuwono, kasus dugaan penggelapan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan. Jika naik ke tingkat penyidikan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap calon wakil gubenur DKI Jakarta itu  untuk dimintai keterangan.

“Dalam penyelidikan. Jika sudah naik ke penyidikan akan dipanggil (Sandiaga Uno-red),” tegas Kombes Pol Argo Yuwono.

Seperti diberitakan, sebelumnya Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Dewan Direksi Ortus Holdings, Edward Soeryadjaya atas tuduhan tindak pidana penggelapan pada Rabu 8 Maret 2017 lalu. Selain melaporkan Sanidiaga Uno, Edward juga melaporkan rekan kerja Sandiaga yang bernama Andreas Tjahjadi.

Laporan yang teregester bernomor TBL/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum tersebut, Andreas Tjahjadi dan Sandiaga Uno dituding telah melakukan penggelapan saat melakukan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten pada 2012 silam.

loading...