Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, kebetulan kita baris mau salaman sama ketua BPK. Beliau di belakang saya, katanya, itu Irman sampaikan bahwa dia tidak kenal sama saya (Setya Novanto-red).

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini mengatakan sempat diminta Ketua DPR RI Setya Novanto menyampaikan pesan kepada mantan Direktur Jenderal Kependudukan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Irman. Lain itu, terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu diminta supaya mengaku tidak mengenal Setya Novanto.

Menurut Diah Anggraini, dirinya mengaku kalau sempat bertemu dengan Ketua DPR RI Setya Novanto saat pelantikan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kebetulan kita baris mau salaman sama ketua BPK. Beliau di belakang saya, (katanya), ‘Itu Irman sampaikan bahwa dia tidak kenal sama saya’,” kata Diah Anggraini saat bersaksi di persidangan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Diah Anggraini, karena dirinya sudah tidak lagi menjadi sekjen Kemendagri, dia tidak lagi punya kesempatan banyak buat bertemu Irman. Lalu, dia menyampaikan pesan itu lewat Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, yang menggantikan Irman.

Selanjutnya, Diah Anggaraini menjelakan, dirinya bertemu Zudan saat sama-sama sedang mengajar sebagai dosen. “Kami ketemu Prof Zudan, (mengatakan), ‘Tolong sampaikan kalau ketemu pak Irman’,” jelas Diah Anggaraini.

Menurutnya, pesan itu sampai ke telinga Irman. Dia mengetahuinya lantaran Irman mengonfirmasi hal itu kepadanya. Namun, ketika ditanya soal alasan Setya Novanto menyampaikan pesan itu, dirinya mengaku tidak tahu.

Sebelumnya, Setya Novanto tercantum dalam dakwaan dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. Dia disebut menerima uang dari proyek pengadaan e-KTP pada 2011-2012.

Sedangkan, Jaksa penuntut umum pada KPK juga membeberkan peran Setya Novanto. Saat itu, Setya Novanto  menjabat ketua Fraksi Golkar. Setya Novanto dipercaya sebagai penggerak anggota DPR lainnya supaya meloloskan anggaran pengadaan e-KTP yang mencapai Rp5,9 triliun.

Sementara, Setya Novanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar itu pun membantah dan mengaku tidak menerima uang sepeser pun dari proyek yang merugikan negara Rp2,3 triliun.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR