Djarot Saiful Hidayat, saat ini kasus yang diduga melibatkan calon wakil gubernur dengan nomor urut tiga ini tengah diselidiki jajaran Polda Metro Jaya.

JAKARTA, harianpijar.com – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat menyangkal pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan kampanye diam-diam.

Lain itu, pada minggu pertama masa kampanye putaran dua, calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih blusukan menemui warga diam-diam tanpa sepengetahuan media.

Menurut calon wakil gubernur DKI dengan nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat, berkaca dari pengalaman pada putaran pertama kampanye, jika kampanye blusukan secara terbuka, pesan yang ingin disampaikan tidak semuanya tercapai.

“Itu katanya warga, kalau Pak Ahok misalnya blusukan apa juga ngomong sampeyan, kan belum tentu. Karena Dulu ketika blusukan nggak begitu (diam-diam), Pak Ahok justru malah nggak bisa jalan di kerutug (dikerubuti) orang salaman, ngajak foto, salaman, nggak bisa bergerak. Nah saya ngomong kalau gitu turun saja nggak apa-apa, lebih enak, lebih tenang,” kata Djarot Saiful Hidayat kawasan Pulogadung, Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Djarot Saiful Hidayat, dirinya menyarankan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat terjun ke lapangan menemui warga, tidak perlu berbagi informasi terlebih dahulu kepada warga atau media. Lain itu, dirinya juga mengingatkan bahwa blusukan bukan satu-satunya metode kampanye yang dijalani pasangannya itu.

“Gini saya bilang, “pak kalau kampanye nggak usah ngomong-ngomong turun aja ke bawah, turun aja ke bawah, kampanye gitu ya’. Jadi sekali lagi ya saudara-saudara kampanye itu tidak identik dan tidak sama dengan blusukan, itu kuncinya,” tandas politisi PDI Perjuangan itu.

loading...