Sandiaga Uno, saya sudah mendapat dua kali brief dari tim hukum, keterlibatan saya engga ada sama sekali, jadi besok akan kami sampaikan.

JAKARTA, harianpijar.com – Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) melaporkan calon wakil gubernur DKI dengan nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta. Lain itu, pelaporan ini terkait dengan kampanye yang dilakukan Sandiaga Uno, pada Kamis, 9 Maret 2017 lalu.

Menurut Perwakilan Tim TAJI, Yan Warinson, ada dua hal yang dilaporkan atas kegiatan kampanye Sandiaga Uno. Menurutnya, yang pertama adalah terkait kampanye yang dilakukan di tempat ibadah.

“Hari Kamis 16 Maret 2017 ini, kami dari Tim Advokasi Jakarta Bersih (TAJI) ingin melaporkan untuk paslon nomor 3, yaitu calon wakil gubernur Pak Sandiaga Salahuddin Uno, ke Bawaslu. Hal mana yang kami laporkan adalah tentang kampanye di tempat ibadah, di masjid, yang dilakukan pada 9 Maret. Itu tepatnya di Masjid Fatahilah, Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat,” kata Yan Warinson di Bawaslu, Jalan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 16 Maret 2017.

Lebih lanjut, Yan Warinson menjelaskan, hal ini masuk dalam larangan kampanye sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 10/2016 tentang Pilkada Pasal 69 butir (i), di mana disebutkan kampanye dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Selain itu, TAJI juga mempermasalahkan isi ceramah yang disampaikan Sandiaga Uno, dimana dalam kampanye tersebut, Sandiaga Uno ketika itu mensosialisasikan program Santripreneur, yang tidak tercantum dalam visi-misi yang didaftarkan ke KPU DKI.

“Adapun isi dari konten ceramah di dalam masjid tersebut, paslon nomor 3 menjanjikan dengan program One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship (OK OCE), program Santripreneur,” jelas Yan Warinson.

Selanjut, menurut Yan Warinson, calon paslon nomor 3 itu akan mewujudkan program OK OCE yang tidak termasuk dalam visi mereka.

“Yaitu akan diwujudkan salah satunya dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan bantuan usaha sampai kurang-lebih Rp 300 juta. Yang mana program tersebut tidak ada dalam visi mereka yang didaftarkan ke KPU DKI,” kata Yan Warinson.

Sementara, menurutnya, hal tersebut juga masuk dalam kategori kampanye uang. Hal-hal tersebut menjadi alasan TAJI melaporkan Sandiaga Uno ke Bawaslu.

“Maka kami akan melaporkan kepada Bawaslu bahwa apa yang beliau lakukan itu melanggar dalam UU 10/2016 tentang Pilkada Pasal 73 ayat 1, yang mengatakan calon atau tim kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara, pemilih, dan pemilihan,” tegas Yan Warinson.

Sedangkan, dalam pelaporan ini, TAJI membawa barang bukti berupa artikel berita dan video berisi kegiatan kampanye yang didapatkan dari grup WhatsApp. Selain datang bersama pelapor, TAJI mendatangkan saksi pada kesempatan ini.

“Hari ini kita bawa pelapor, Pak Ilham Lubis, dan dua orang saksi untuk menguatkan kita punya materi. Yang mana warga melaporkan kepada kami sebagai Tim Advokasi Jakarta Bersih, kami mendampingi mereka untuk melaporkan hal ini,” tandas Yan Warinson.

loading...