Rasyidin Nawi, dirinya dipecat karena mendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan pemecatan itu terjadi setelah pengurus masjid mengadakan rapat kerja di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

JAKARTA, harianpijar.com – Karena mendungkung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernurr DKI dengan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, Rasyidin Nawi (68), dipecat dari jabatannya sebagai pembina Masjid Darussalam, di RT 06/06 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Saya dipaksa untuk bikin surat pengunduran diri,” kata Rasyidin, Selasa, 14 Maret 2017.

Ditegaskan Rasyidin Nawi (68), dirinya dipecat karena mendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Lain itu, menurutnya pemecatan itu terjadi setelah pengurus masjid mengadakan rapat kerja di Puncak, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Raker di Bogor, akhirnya kesepakatannya itu saya dipecat,” tegas Rasyidin.

Lebih lanjut, juga dijelaskan Rasyidin Nawi (68), dirinya benar mendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubenur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan menjadi koordinator Kelurahan Pondok Indah dan Pondok Pinang untuk pemenangan Ahok.

Selanjutnya, dirinya mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sejak masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mendampingi Joko Widodo. “Kinerjanya bagus, bersih, berani menutup tempat maksiat. Coba itu di Kalijodo, orang Muslim waktu gubernur Muslim pada diam saja,” jelas Rasyidin Nawi.

Namun, sejak pemecatan pada 4 Februari 2017, Rasyidin Nawi (68) tidak lagi shalat di masjid itu, dan memilih untuk mengunjungi masjid di wilayah lain. Padahal, Rasyidin Nawi (68) merupakan ahli waris Masjid Darussalam yang dibangun pada 1918.

Namun, Rasyidin Nawi (68) menjelaskan bahwa hubungannya dengan para pengurus masjid itu saat ini masih baik. “Baik. Saya mundur, enggak shalat lagi di sana karena orang (pendukung) Ahok tidak boleh salat di sana,” jelas Rasyidin Nawi.

Selanjutnya, kabar pemecatan Rasyidin Nawi sebelumnya beredar luas di media sosial. Terlihat dalam sebuah foto yang menampilkan sosok Rasyidin Nawi, juga disandingi dengan foto surat pemecatannya. Seorang netizen memberikan keterangan dalam foto itu bahwa pengurus masjid di Pondok Pinang itu dipecat karena mendukung Ahok-Djarot.

Sementara, menurut Ketua Umum Pengurus Masjid Darussalam Abdul Ghafur membenarkan postingan foto tersebut. Namun, menurutnya keputusan Rasyidin Nawi untuk mendukung pasangan calon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat itu  bertentangan dengan kesepakatan para pengurus masjid.

Padahal, menurutnya Rasyidin Nawi sudah diperingatkan beberapa kali terkait kesepakatan agar memilih pemimpin muslim. “Itu konsekuensi sebagai pengurus,” kata Abdul Ghafur saat ditemui di kediamannya, Selasa 14 Maret 2017.

loading...