Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, penasihat hukum akan menghadirkan tujuh saksi ahli dalam persidangan yang didelar hari ini Rabu 29 Maret 2017.

JAKARTA, harianpijar.com – Suyanto sopir lepas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini memberikan kesaksiannya, dalam persidangan ke-14 kasus dugaan penodaan agama. Lain itu, dalam memberikan kesaksiannya ada hal yang menarik dari diri Suyanto.

Saat Suyanto memberikan kesaksiannya dirinya sempat berulang kali ditegur majelis hakim, karena terlihat melirik-lirik terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berada di sebelah depan kanan dirinya.

“(Suyanto) enggak perlu lirik-lirik (ke Ahok) ya. Enggak usah lirik-lirik, (Ahok) masih ada di situ,” kata hakim anggota itu sambil menunjuk ke arah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sementara, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlihat tersenyum dan menundukkan kepalanya. Selain itu, majelis hakim dalam persidangan, mempertanyakan mengenai pekerjaan Suyanto.

Lain itu, majelis hakim juga menanyakan soal hubungan kerja Suyanto dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Lain itu, majelis hakim juga menggali adanya selebaran bernada provokatif yang tersebar ketika Pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2007 atau saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju menjadi calon gubernur.

Selanjutnya, hakim kembali menegur Suyanto, karena setelah penasehat hukum dan jaksa penuntut umum (JPU) selesai menyampaikan pertanyaan mereka. Bahkan, yang menegur Suyanto kali ini Ketua majelis hakim, Dwiarso Budi Santiarto.

“Saudara jangan lihat ke sana (arah Ahok) ya. Saudara jangan takut, enggak pernah dimarahi (sama Ahok) kan,” kata Dwiarso Budi Santiarto kepada Suyanto yang disambut gelak tawa seisi ruang sidang.

Diketahui, Suyanto merupakan salah satu saksi yang meringankan yang dihadirkan oleh kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selain Suyanto, ada juga mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Belitung Juhri dan tetangga Ahok di Belitung Timur, Fajrun.

loading...