Skip-challenge
ilustrasi "skip challenge."

harianpijar.com – Ari F Syam, Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan aksi skip challenge bisa menyebabkan kekurangan oksigen atau hipoksia.

Menurut Wikipedia, Hipoksia adalah kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kondisi tubuh normal kembali.

“Skip challenge yang akhirnya mengakibatkan hipoksia tidak saja berdampak pada organ otak dan syaraf tetapi bisa berdampak pula pada organ-organ lain seperti organ lambung dan pencernaan,” kata Ari di Jakarta.

Ahli penyakit dalam itu juga mengatakan hipoksia bisa terjadi karena kadar oksigen dalam tubuh kurang dari udara.

“Di dalam tubuh kita sebenarnya keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernapasan. Oleh karena itu, kondisi hipoksia juga dapat terjadi jika kita mengalami kerusakan pada sistem jantung dan pembuluh darah dan sistem pernapasan.” ujarnya.

Proses penekanan pada dada sendiri, bisa menyebabkan trauma pada dada sampai patah atau retaknya tulang iga kata dia menambahkan.

Kondisi patah tulang juga bisa menembus paru sehingga terjadi kebocoran paru. Hipoksia akan menyebabkan gangguan pada berbagai organ mulai dari otak, jantung, paru, lambung dan pencernaan, hati, ginjal dan organ lainnya.

“Karena hipoksia menyebabkan organ-organ tersebut kekurangan oksigen. Penelitian dokter saya membuktikan bahwa kondisi hipoksia menyebabkan terjadinya perlukaan pada lambung berupa terjadinya ulkus. Secara klinis bisa terjadi nyeri pada ulu hati bahkan muntah darah pada pasien yang mengalami hipoksia akut,” papar dia.

Memang setelah tekanan pada dada dilepas aliran oksigen akan kembali normal, namun bisa saja sudah terjadi gangguan pada organ walau masih ringan.

loading...