Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi, penasihat hukum akan menghadirkan tujuh saksi ahli dalam persidangan yang didelar hari ini Rabu 29 Maret 2017.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang lanjutan ke-14 kasus dugaan penodaan dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan digelar di Auditorium Kementerian Pertanian. Lain itu, dalam persidangan lanjutan ke-14 hari ini Selasa 14 Maret 2017, tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menghadirkan lima orang saksi yang meringankan.

Kelima orang saksi yang akan memberikan kesaksiannya dalam sidang ke-14 Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diantara adalah ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Edward Omar Sharif Hiariej.

Selanjutnya, saksi berikutnya adalah Juhri yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Ferry Lukmantara yang merupakan guru SD 17 Badau, Tanjung Pandan, Belitung Timur, Suyanto, seorang sopir asal Dusun Ganse, Gantong, Belitung Timur, serta Fajrun, teman SD Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Dusun Lenggang.

Sementara, pada persidangan ke-14 ini, sama seperti sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya memelajari berita acara pemeriksaan (BAP) saksi sebelum persidangan. Selain itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menghadiri deklarasi dukungan Gerakan Relawan Agus-Silvy (Gerasi) dan kader Partai Demokrat di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 13 Maret 2017 kemarin, sempat berpamitan kepada para relawan untuk persiapan menghadapi sidang.

“Saya minta dukungan dan doanya juga. Saya harus permisi untuk ketemu pengacara saya, doakan saya karena besok (hari ini-red) masih sidang,” kata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di hadapan para relawan pendukungnya.

Sedangkan, pada persidangan ke-13 Selasa pekan lalu, kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadirkan kakak angkat Ahok Andi Analta Amier, politisi Partai Golkar, Bambang Waluyo Wahab, serta mantan calon wakil gubernur Bupati Belitung Eko Cahyono.

Namun, majelis hakim menolak kesaksian Andi Analta Amier, dikarenakan Andi Analta Amier sebelumnya telah menghadiri sidang dugaan penodaan agama.

Seperti diberitaka, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR