Menurut pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) J. Kristiadi, partai-partai yang mengerahkan kepala daerah lain untuk terjun dalam kampanye di suatu wilayah merupakan isu lama.

JAKARTA, harianpijar.com – Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) J. Kristiadi mengatakan turunnya kepala daerah lain untuk memenangkan salah satu pasangan calon gubernur DKI Jakarta adalah hal yang biasa. Lain itu, ini tidak menjadi masalah selama tidak melanggar undang-undang.

Menurut pengamat politik Center for Strategic and International Studies (CSIS) J. Kristiadi, hal ini juga tidak akan berpengaruh dengan pekerjaan kepala daerah itu di tempat asalnya. “Gak ada. Masih ada wakilnya juga, lagi pula gak akan berbulan-bulan di sini,” katanya J.Kristiadi, Senin, 13 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan J.Kristiadi, yang perlu dicermati adalah kehadiran para kepala daerah lain ke Jakarta ini jangan sampai menabrak aturan. “Lihat melanggar UU Pemerintah Daerah gak. UU Pilkada gak. Kalau masih di dalam batasan tidak apa-apa,” tegas J.Kristiadi.

Selanjutnya, J.Kristiadi menjelaskan, partai-partai yang mengerahkan kepala daerah lain untuk terjun dalam kampanye di suatu wilayah merupakan isu lama. Karena, yang dilakukan partai politik itu untuk memamerkan contoh kader-kader terbaik mereka. “Ini isu lama, bukan isu sentral,” jelas J.Kristiadi.

Selain itu, menurut J.Kristiadi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi salah satu partai yang menugaskan kadernya di daerah untuk terjun dalam kampanye Pilkada DKI putaran kedua. Salah satu yang diberi tugas adalah Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Sementara, menurut FX Hadi Rudyatmo, dirinya siap berkampanye di Jakarta untuk memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDIP, Partai Golkar, Partai NasDem, dan Partai Hanura dan wilayah kampanyenya berada di Jakarta Pusat.

Lain itu, dirinya juga tidak akan mengajukan cuti untuk kegiatan ini. Karena, dirinya menyiasatinya dengan berkunjung ke Jakarta pada saat libur akhir pekan.

loading...