Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, dirinya akan menganalisa dahulu laporan yang ada mengenai kasus e-KTP, saya sendiri baru dengar Partai Hanura terlibat.

BALI, harianpijar.com – Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang menyerahkan persoalan kasus dugaan korupsi e-KTP kepada penegak hukum. Lain itu, dua kadernya Miryam S Haryani dan Djamal Aziz disebut-sebut terseret dalam kasus dugaan korupsi e-KTP, dengan terdakwa mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

“Serahkan kepada penegak hukum saja,” kata Oesman Sapta Odang di Denpasar, Bali, Sabtu 11 Maret 2017.

Menurut Oesman Sapta Odang, dirinya sendiri baru mendengar ada kadernya yang terlibat. Karena, dirinya baru menjabat sebagai Ketua Umum Parta Hanura menggantikan Wiranto.

Lebih lanjut, ditegaskan Oesman Sapta Odang, dirinya akan menganalisa dahulu laporan-laporan yang ada mengenai kasus e-KTP. “Saya sendiri baru dengar Partai Hanura terlibat,” kata Wakil Ketua MPR itu.

Selain itu, Oesman Sapta Odang juga menjelaskan, dirinya belum menerima laporan mengenai kasus itu dan dirinya berjanji akan mengecek kader yang diduga terlibat itu.

Seperti diberitakan, pada dakwaan yang dibacakan pada Kamis 9 Maret 2017 baru lalu, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat. Setidaknya ada dua Anggota DPR dari Partai Hanura periode 2009-2014 yang namanya disebut dalam dakwaan.

Sementara, Miryam S Haryani disebut menerima 23.000 dollar AS, dan Djamal Azis disebut menerima 37.000 dollar AS.

loading...