Marzuki Alie, sebagai tenaga pendidik, dosen, rektor, saya merasa sangat terhina dengan kejadian ini.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie merasa nama baiknya tercemar setelah dirinya disebut terlibat kasus dugaan korupsi e-KTP. Lain itu, dalam dakwaan terhadap dua terdakwa, Marzukie Alie disebut akan menerima Rp 20 miliar.

“Saya kan punya keluarga, saya punya sahabat, saya punya anak-anak didik, jelas ini menghina saya secara pribadi. Kehormatan saya betul-betul terhina,” kata Marzuki Alie di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat 10 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Marzuki Alie, dirinya melaporkan dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, yakni mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, Irman mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selain itu, dirinya juga melaporkan pengusaha bernama Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Bareskrim Polri. Karena, menurutnya ketiganya memberikan keterangan palsu yang menyeret namanya sebagai salah satu daftar penerima fee korupsi e-KTP.

Diketahui, dalam dakwaan disebutkan bahwa Andi memberitahu Sugiharto bahwa dirinya akan memberikan Rp 520 miliar ke beberapa pihak, salah satunya Marzuki Alie. Selanjutnya, Sugiharto memberitahu Irman dan disetujui.

Namun, menurut Marzuki Alie, tidak disebutkan adanya peristiwa pemberian kepada dirinya. Karena itu, dirinya menilai KPK terlalu dini memasukkan namanya dalam dakwaan. “Ini kan artinya keterangan ini kosong saja,” tegas¬† Marzuki Alie.

Sementara, juga dijelaskan Marzuki Alie, setelah namanya disebutkan dalam dakwaan, dirinya kebanjiran menerima telepon dan pesan singkat. Bahkan, akun Twitternya mendapatkan ribuan notifikasi yang berkaitan dengan dakwaan korupsi e-KTP itu.

“Masa tiap hari saya harus merespons Twitter itu. Ada WhatsApp group teman pendidik, dosen, guru besar, kan mereka prihatin dengan berita itu,” kata mantan Ketua DPR RI itu.

Menurut Marzuki Alie, dengan adanya berita yang menyebutkan dirinya terlibat kasus dugaan korupsi e-KTP ini, sebagai tenaga pendidik dirinya merasa sangat terhina, “Saya sebagai tenaga pendidik, dosen, rektor, merasa sangat terhina dengan kejadian ini,” kata Marzuki Alie.

Sedangkan, Marzuki Alie melaporkan Andi, Irman, dan Sugiharto atas dugaan melanggar Pasal 317 KUHP tentang Pengaduan Palsu dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 1.

SUMBERKompas.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR