Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Suyatno, saat dilakukan operasi itu petugas menemukan berbagai macam botol yang mau dijadikan bom molotov serta 10 unit senjata tajam serta tiga karung berisi bongkahan genteng yang dipakai saat tawuran beberapa hari lalu.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dan Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan menangkap sembilan orang yang diduga terlibat tawuran antara warga Manggarai dan warga Tambak, Rabu, 8 Maret 2017 kemarin. Kesembilan orang pelaku tawuran tersebut ditangkap personel gabungan, yang tengah melakukan sweeping bersama.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, kesembilan orang itu ditangkap dari dua wilayah itu. “Betul, ada sembilan orang dari Jalan Manggarai dan Jalan Tambak,” kata AKBP Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Maret 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, kesembilan orang pelaku tawuran saat ini sudah diamankan dan untuk diminta keterangan.  “Lima orang dibawa ke Polda Metro Jaya, empat orang dibawa ke Polres Jakarta Selatan,” tegas Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto.

Selain itu, menurut Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berbagai jenis senjata yang diduga digunakan para pelaku saat tawuran.

“Barang bukti ada ketapel, senapan angin, senjata api, dan bom molotov. Senjata-senjata ini ditemukan di sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat penyimpanan senjata untuk tawuran,” jelas Ajun Komisaris Budi Hermanto.

Sementara, juga dikatakan Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto, pihaknya juga menemukan sisa-sisa narkoba di lokasi itu. Terkait penemuan itu, pihaknya kan menerjunkan tim narkoba untuk mengusut dugaan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Seperti diberitakan, tawuran antarwarga itu terjadi pada Minggu , 5 Maret 2017. Dalam peristiwa tersebut, dua orang meninggal dunia. Keduanya adalah Sutan Rafi Hakim, 16 tahun, dan Fikri Fadhlur, 21 tahun. Diduga, keduanya meninggal dunia akibat luka tembak senapan angin pada dada.

Sedangkan, tawuran terjadi kembali setelahnya dan diduga tawuran kali ini sebagai aksi balas dendam atas meninggalnya Fikri dan Rafi. Sampai saat ini, ratusan personel masih bersiaga di dua wilayah tersebut guna mengantisipasi terulang kembali aksi tawuran.

loading...