Ketum PBNU: Poltik Jangan Dicampur Agama Bahaya, Tuhan Kok Diajak Kampanye.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku heran ada jutaan orang yang merasa perlu turun ke jalan untuk berdemo. Lain itu, dirinya tidak merasa orang yang didemo layak dianggap sebegitu besar.

Menurut KH Said Aqil Siroj, PBNU akan selalu melarang ada aksi demo-demo seperti itu. Apalagi yang didemo Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terdakwa penodaan agama. Karena itu, dirinya minta lebih baik umat mengisi waktu dengan sesuatu yang lebih berguna.

“Buat apa 3 juta orang demo-demo, siapa sih Ahok itu, kenal saja tidak. Hebat amat Ahok didemo satu tiga juta orang seperti itu,” kata Said Aqil Siroj di gedung PBNU, Jakarta, Rabu 8 Maret 2017.

Selanjutnya, Said Aqil Siroj juga menegaskan, dirinya menilai reformasi di Indonesia sudah banyak yang melenceng dari cita-cita Gus Dur, sebagai salah satu pemrakarsa. Lain itu, dirinya juga berpendapat, reformasi yang melenceng itu telah melahirkan kebebasan yang tidak terkendali.

“Dibantu lagi dengan kecanggihan teknologi, media sosial,” tegas Said Aqil Siroj.

Sementara, juga dikatakan Said Aqil Siroj, dirinya mengaku prihatin, karena kecanggihan teknologi malah banyak disalahgunakan orang. Menurutnya, saat ini Indonesia seperti digiring menjadi bangsa yang ahli fitnah dan ahli adu domba.

“Itu bukan Islam itu, Islam itu prinsipnya moderat, toleran, bukan fitnah bukan adu domba,” tandas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

loading...