Kapolri Jendra Polisi Tito Karnavian, Indonesia merupakan negara yang unik dan terdiri dari berbagai ras, suku, dan agama tapi tetap menjadi satu bangsa yang bersatu.

BANDUNG, harianpijar.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan Indonesia merupakan negara yang unik, yang terdiri dari berbagai ras, suku, dan agama tapi tetap menjadi satu bangsa yang bersatu. Karena itu, pemahaman kebhinnekaan harus terus dikelola bukan hanya sebatas nilai yang menjadi jargon atau ungkapan pemersatu bangsa.

Hal tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, saat memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu 8 Maret 2017. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan kuliah umum bertemakan Tantangan Kebhinnekaan dalam Era Demokrasi dan Globalisasi.

Menurut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Indonesia merupakan negara yang unik dan terdiri dari berbagai ras, suku, dan agama tapi tetap menjadi satu bangsa yang bersatu. Karena itu, dirinya menilai pemahaman kebhinnekaan sangat penting untuk terus dikelola oleh seluruh masyarakat Indonesia dan bukan hanya sebatas nilai yang menjadi jargon atau ungkapan pemersatu bangsa saja.

“Bhinneka Tunggal Ika atau persatuan dalam keberagamaan. Jargon ini sering kita dengar tapi kadang kita menganggap bahwa jargon ini suatu yang memang begitu adanya,” kata Jenderal Polisi Tito Karnavian di Bandung, di hadapan mahasiswa ITB, Rabu 8 Maret 2017.

Lebih lanjut, dikatakan Jenderal Polisi Tito Karnavian, Indonesia harus terus bersatu di tengah keberagaman. Karena keberagaman dianggapnya sebagai kekayaan dan potensi besar yang dimiliki Tanah Air. Namun, banyak pula potensi dan tantangan yang dapat menimbulkan kerawanan bagi kebhinnekaan yang ada di Indonesia. Baik berasal dari internal yakni dari dalam bangsa sendiri maupun eksternal atau negara lain.

Selanjutnya, Jenderal Polisi Tito Karnavian juga menegaskan, pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat termasuk generasi muda untuk terus mengelola dan mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia. Sehingga potensi perpecahan bisa direduksi.

“Karena keberagaman ini di satu sisi kekayaan kalau menganggap bahwa perbedaan suku agama ras adalah menjadi bagian dari kita. Tapi kalau tidak berusa mengelolanya menganggap begitu saja maka di tengah gejolak dinamika yang terjadi yang terus berubah maka ini akan justru menjadi potensi kerawanan perpecahan,” tandas Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

loading...