Analta Amier, penggantinya merupakan mitra yang sudah lama dekat dengannya sewaktu berkantor di kawasan M.T. Haryono.

JAKARTA, harianpijar.com – Setelah majelis hakim menolak dirinya menjadi saksi dalam sidang lanjutan ke-13 pada kasus dugaan penodaan agama, Analta Amier kakak angkat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan meminta rekannya menjadi saksi dalam sidang dugaan penodaan agama.

“Namanya Ardansyah. Insya Allah sebagai pengganti saya,” kata Analta Amier, saat dikonfirmasi di Auditorium Kementan, Selasa, 7 Maret 2017.

Seperti diberitakan, pada persidangan yang digelar PN Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, jaksa penuntut umum (JPU) menolak Analta Amier menjadi saksi karena sebelumnya pernah hadir dalam sidang pemeriksaan saksi. Lain itu, sesuai dengan ketentuan, antarsaksi tidak boleh saling berhubungan karena bisa mempengaruhi kesaksiannya.

Sementara, menurut Analta Amier, Ardansyah mengenal Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan baik. Selain itu, penggantinya itu akan menyampaikan hal yang sama mengingat Ardansyah pernah juga melihat keseharian adik angkanya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Selanjutnya,  Ardansyah merupakan mitra yang sudah lama dekat dengannya sewaktu berkantor di kawasan M.T. Haryono.

Sebelumnya, dikatakan Analta Amier, dirinya akan menyampaikan banyak hal untuk membela adik angkatnya itu di persidangan. Dirinya ingin menyampaikan hal yang berkaitan dengan hukum positif. Karena, dalam video berdurasi satu jam 40 menit yang menampilkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengutip Surat Al-Maidah ayat 51, tidak ada penodaan agama.

“Jadi, kalau dari durasi 1 jam 40 menit yang dilihat cuma 13 detik, saya rasa akan berlainan. Kalau kami lihat, tidak ada niat. Kalau pembuktian materiil, kan, sederhana sekali. Karena ini menyangkut Al-Quran, harus pakai Al-Quran juga pembuktiannya,” kata Analta Amier.

Sedangkan, jaksa penuntut umum (JPU)  Ali Mukartono, menyampaikan keberatannya atas kehadiran saksi fakta yang merupakan kakak angkat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Analta Amier.  Karena, menurut Ali Mukartono, secara kapasitas, Analta Amier tidak bisa diperiksa sebagai saksi fakta karena ada pelanggaran terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Ali Mukartono mengkhawatirkan akan ada cacat hukum apabila persidangan terus dilanjutkan dan keberatan jaksa penuntut umu (JPU) Ali Mukartono dikabulkan majelis hakim.

loading...