Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Rizieq Shihab tidak pernah mengakui jika dirinya pernah melakukan ceramah yang berkonten ucapan adanya lambang palu arit di uang kertas baru itu.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kesulitan menyelidiki kasus pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang dituding menyebut ada logo palu arit di uang kertas baru. Lain itu, belum adanya alat bukti maupun saksi ahli yang bisa menyebut Rizieq Shihab adalah orang yang ada dalam rekaman video.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Rizieq Shihab tidak pernah mengakui jika dirinya pernah melakukan ceramah yang berkonten ucapan adanya lambang palu arit di uang kertas baru itu.

“Masih sidik. Kita kan harus buktikan Rizieq Shihab bilang itu bukan saya, itu mirip saya, jadi kita harus buktikan,” kata Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa 7 Maret 2017.

Lebih lanjut, dijelaskan Kombes Pol Argo Yuwono, penyidik juga kesulitan meminta keterangan saksi ahli untuk membuktikan bahwa Rizieq Shihab adalah orang yang ada dalam rekaman video. “Kita harus buktikan siapa orang yang ada di video itu,” jelas Kobes Pol Argo Yuwono.

Seperti diberitakan, Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah melaporkan Rizieq Shihab atas tudingan ada gambar palu arit di duit kertas baru. Laporan teregister dalam nomor LP/92/1/2017/PMJ/ Ditreskrimsus, 8 Januari 2017.

Lain itu, Rizieq Shihab dilaporkan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selanjutnya, pada 10 Januari 2017, sejumlah orang yang tergabung dalam organisasi Solidaritas Merah Putih (Solmet) juga melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya. Rizieq Shihab juga dilaporkan terkait ceramah tentang gambar palu arit dalam uang baru yang diunggah ke YouTube.

Laporan dibuat atas nama Firmansyah dan diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor laporan Lp/125/I/2017/PMJ/Dit.reskrimsus tertanggal 10 Januari 2017.

loading...