Kepala Seksi Operasi Basarnas Bengkulu, Supriono, tim pencari dan penyelamat gabungan dari Basarnas, TNI Angkatan Laut dan Polairud berhasil menyelamatkan seluruh anak buah kapal dan ditemukan selamat, saat ini sudah dievakuasi. (Foto;Ilustrasi)

BENGKULU, harianpijar.com – Perairan laut Bengkulu kembali menelan korban, kali ini korban adalah lima orang nelayan tenggelam, setelah kapal ikan jenis bagan yang mereka nahkodai terbalik dan karam. Kejadian tersebut terjadi di sekitar pintu alur masuk Pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu pada Selasa, 7 Maret 2017 subuh.

Menurut Kepala Seksi Operasi Basarnas Bengkulu, Supriono, pihaknya telah menurunkan kapal cepat dan enam personel untuk mencari korban kapal nelayan yang tenggelam.

“Pukul 8.42 WIB kami turunkan kapal cepat untuk mencari korban kapal tenggelam,” kata Supriono di Bengkulu, Selasa.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum adanya informasi tentang nasib kelima nelayan tersebut.

Sementara, menurut salah seorang nelayan Pasar Bengkulu, Yayan, mengatakan, dirinya tidak mengetahui ada kejadian yang menimpa rekan se-profesinya itu. Karena, dirinya sudah beberapa hari tidak turun melaut. Hal tersebut menurutnya dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat.

“Awak (saya-red) sudah berapa hari iko (ini-red) tidak pai (pergi-red) melaut. Jadi idak (tidak-red) tau kalau ado (ada-red) kejadian itu,” kata Yayan dengan bahasa khas Bengkulunya.

Selanjutnya, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu, hujan dengan intensitas lebat berpotensi melanda daerah ini hingga Rabu 8 Maret 2017.

Seperti diberitakan sebelumnya, Timothy Allen Adams, wisatawan asal Amerika, juga ditemukan tewas setelah tenggelam beberapa jam di Pantai Panjang Bengkulu, pada Sabtu 4 Maret 2017 kemarin. Diketahui, Timothy Allen Adams wisatawan asal Amerika itu sebelumnya berenang di Pantai Panjang sekitar pukulu 14.00 WIB, bersama-sama empat rekannya yang juga berkebangsaan Amerika. (elz)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR