Humphrey R Djemat, para saksi ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bersalah.

JAKARTA, harianpijar.com – Sidang lanjutan perkara kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini, Selasa 7 Maret 2017 memasuki babak baru. Pasalnya, sidang ke-13 yang akan digelar di Audiotorium Kementan ini, giliran tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadirkan saksi meringankan.

Menurut Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Humphrey R Djemat, ada tiga saksi yang akan dihadirkan. Mereka yang memberikan kesaksiannya adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, Analta Amier dan Eko Cahyono.

Lebih lanjut, Humphrey R Djemat, saksi Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo adalah orang yang ikut hadir mendengar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpidato di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2017. Katika itu, saksi ikut dari rombongan DPD Golkar DKI bersama anggota DPD RI, Fayakhun.

Selanjutnya, Analta Amier merupakan kakak angkat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Seperti diketahui, saksi Analta Amier merupakan keturunan Bugis yang sudah sejak kecil memilki ikatan saudara dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sedangkan saksi Eko Cahyono adalah Wakil Rektor Universitas Darma Persada Jakarta.

Selain itu, ditegaskan Humphrey R Djemat, para saksi ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak bersalah.

“Jadi kami hadirkan saksi yang memperkuat argumen kami tersebut,” kata tim kuasa hukum Ahok, Humphrey.

Seperti diberitakan, Selasa pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi yakni pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dan ahli pidana Abdul Chaidir Ramadhan. Dalam kesaksiannya, Rizieq Shihab mengatakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak jera dengan perkataannya soal Al Maidah 51.

Bahkan, Rizieq Shihab mengatakan ada unsur kesengajaan dalam ucapan tersebut. “Kan ucapannya sudah berulang-ulang, kemarin bukan pertama kali. Kalau sudah berulang berati sengaja dan terencana,” kata Rizieq Shihab dalam persidangan.

Lain itu, Rizieq Shihab sempat mengajukan dua bukti di pengadilan. Namun hal rersebut ditolak oleh Majelis Hakim. Di akhir persidangan, Rizieq Shihab meminta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera ditahan karena seorang penoda agama.

Sementara, saksi kedua menitikberatkan kesalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berada pada kata ‘dibohongi’. Kata ini menunjukkan unsur pidana yang diucapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada para Ulama.

Sedangkan, pada persidangan Selasan pekan lalu, tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kompak menolak bertanya kepada dua saksi yang berkaitan dengan MUI tersebut. Hal tersebut juga sudah dilakukan tim kuasa hukum Ahok kepada saksi yang berasal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Karena pernyataan dan sikap keagamaan yang dijadikan dasar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menodakan agama yang mengeluarkan adalah MUI. Kami khawatir MUI tidak bisa objektif,” tegas kuasa hukum Ahok, Teguh Samudra pekan lalu.

SUMBERMetrotvnews.com
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR